Adakalanya menjadi seorang ibu atau koki bisa repot juga kalau sedang berpuasa. Masalahnya mereka sering dilanda keraguan dan bertanya-tanya mengenai bolehkan mencicipi makanan saat puasa? Pertanyaan tersebut juga yang akhirnya mengantarkan Anda untuk membaca artikel ini. 

Baca Juga: 7 Cara Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Kamu perlu membacanya sampai tuntas untuk bisa mengetahui beberapa pemahaman yang berkaitan dengan hal ini. Ini sangat menyangkut dengan sah atau tidaknya puasa Anda, karena puasa ini masuk dalam rukun Islam dan akan dihitung batal dan perlu menggantikan puasa di lain waktu bila sampai benar-benar tertelan.

Tidak Sengaja Mencicipi Makanan Saat Puasa Karena Lupa

Mencicipi Minuman - Mencicipi Makanan Saat Puasa

Bagi Anda yang terbiasa memasak sendiri di rumah dan awal-awal puasa sama sekali lupa. Pada mulanya mencicipi masakan ketika sudah tertelan baru menyadari bahwa hari ini sudah masuk puasa Ramadhan. Apabila hal tersebut pernah terjadi pada Anda dan sama sekali lupa, maka diperbolehkan melanjutkan puasanya. Itu karena ketika mencicipi makanan saat puasa biasanya hanya dilakukan sedikit saja, seperti sejumput. 

Maka sebab kelupaan tersebut, orang yang mengalaminya tidak batal puasa dan bisa melanjutkan puasanya. Apalagi bila tidak mengetahui hukum yang berlaku dan memang yang dicicip hanya sedikit, maka tindakan tadi sama sekali tidak menyebabkan orang tersebut harus menggantinya di lain waktu. Hal ini sudah dijelaskan oleh Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dimana beliau menjelaskan bahwa seseorang yang makan dalam kondisi lupa, maka puasa yang dijalankannya tidak batal sama sekali. 

Kecuali bila orang yang lupa tadi makan dalam jumlah cukup banyak. Kadar banyaknya jumlah makanan yang ditelan ditentukan berdasarkan qaul ashah. Namun biasanya orang sangat jarang sekali makan dalam jumlah yang sangat banyak ketika berpuasa, karena biasanya hanya dalam beberapa kunyahan mereka akan langsung tersadar. Jadi pernyataan dari Syekh tersebut dapat menjawab pertanyaan bolehkah mencicipi makanan saat puasa dalam kondisi ini. Sama sekali tidak menyebabkan puasa seseorang menjadi batal.

Tidak Sengaja Cicipi dan Makan Banyak

Anda benar-benar lupa bahwa sudah mulai berpuasa Ramadhan. Masih masak dan menjalankan kegiatan sehari-hari dengan biasa. Kemudian mencicipi seperti biasanya dan merasa masakan tersebut enak. Anda akhirnya makan banyak. Setelah kenyang baru menyadari bahwa Anda sedang berpuasa. Maka hukum puasa tersebut akan dijatuhi batal. 

Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Syekh Zakariya al-Anshari dimana beliau menjelaskan bahwa puasa bisa batal jika makan tiga suap atau lebih. Pada dasarnya tiga suap makanan dianggap sudah cukup banyak, karena dalam proses mengunyahnya seharusnya membuat orang yang berpuasa bisa menyadarinya. Jika sudah sampai tiga suap atau lebih, maka ia perlu melakukan qadha puasa.

Apabila pada awalnya, orang tersebut tidak mengetahui hukum ini, maka urusannya adalah kepada Allah SWT. Sedangkan bagi orang yang sudah membaca penjelasan ini yang berasal dari Syekh tadi, maka sebaiknya mengganti puasa di lain hari.

Sengaja Cicipi dan Langsung Melepeh

Sengaja Mencicipi Makanan saat Puasa dan Langsung Melepeh

Profesi seperti koki dan pemasak biasanya diharuskan mencicipi makanan untuk bisa mengetahui apakah sudah sesuai dengan standar masakan atau pesanan pembeli. Apabila dalam menjalankan profesi tersebut dan membuat makanannya terdapat resep baku, maka ia diperbolehkan terpaksa mencicipinya. Jadi pertanyaan tentang bolehkah mencicipi makanan saat puasa akan langsung dijawab boleh.

Dalam kasus tersebut orang tadi mengemban tanggung jawab dari profesinya. Berkaitan dengan bab tersebut, maka orang tadi diperboleh sengaja mencicipi dengan cara yang khusus. Misalkan saja hanya sebatas di lidah saja dan langsung melepeh. Apalagi bila dalam proses mencicipi tersebut makanan yang dicicipi sama sekali tidak tertelan. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq.

Takut Mencicipi Akibat Takut Tertelan

Takut Mencicipi - Mencicipi Makanan saat Puasa

 

Pertanyaan tentang bolehkah mencicipi makanan saat puasa tetapi takut mencicipi dan takut menelan, akan dijelaskan dalam subbab ini. Apabila Anda membuat masakan untuk keluarga sendiri, maka hal yang paling menjadi momok adalah keasinan atau tidak. Bagi kamu yang sudah tahu bahwa mencicipi dan tidak sengaja tertelan akibat adanya hajat, maka ia tidak menanggung dosa. 

Namun Anda yang benar-benar takut dapat mendatangkan mudharat apabila tertelan, disarankan untuk tidak mencicipinya. Apabila ada cita rasa yang kurang pas dari menu berbuka, Anda akan bisa menambahkan saat sudah berbuka puasa. 

Sengaja Cicipi dan Tidak Sengaja Tertelan

Sengaja Mencicipi - Mencicipi Makanan saat Puasa

Kepentingan memasak Anda tidak hanya ditujukan untuk keluarga sendiri. Anda sedang membuatkan makanan skala besar supaya bisa dibagikan kepada saudara muslim berpuasa lainnya, maka diperbolehkan mencicipi. Dalam proses pembuatan tersebut, Anda sempat mencicipi dan oleh suatu hal tidak sengaja menelan. 

Anda tidak akan mendapatkan dosa, karena tindakan menelan tersebut tidak dimaksudkan dengan sengaja. Melanjutkan puasa dalam kasus tersebut diperbolehkan dan tidak dijatuhi hukuman melakukan qadha di lain hari. Selama tidak ada niatan untuk menelan puasa sama sekali tidak batal. 

Sengaja Cicipi Ada Kepentingan

Sengaja Cicipi Ada Kepentingan - Mencicipi Makanan saat Puasa

Anda yang tidak berhubungan dengan profesi dan tidak sedang memiliki hajat, maka makruh hukumnya mencicipi makanan meskipun tidak tertelan. Apabila sampai tertelan, maka kemungkinan besar dalam hal inilah adalah ia akan mendapatkan dosa. Bagi yang meninggalkan perbuatan ini, maka akan mendapatkan pahala. Karena memang sejatinya berpuasa itu untuk bisa menahan hawa nafsu, termasuk lapar.

Jadi untuk pertanyaan bolehkah mencicipi makanan saat puasa dalam kategori ini adalah makruh. Hal ini dijelaskan dalam fatwa Imam Az-Ziyaadi. Di dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa makruh untuk mencicipi makanan bagi orang yang sedang berpuasa dan tidak ada hajat. Apabila terdapat hajat seperti membuatkan makanan kepada orang lain dan anak kecil, maka hukumnya tidak makruh. Jadi memang sebaiknya dihindari mencicipi makanan kalau tidak punya hajat. 

Sengaja Cicipi Tidak Ada Kepentingan

Sengaja Cicipi Tidak Ada Kepentingan - Mencicipi Makanan saat Puasa

Anda bertanya bolehkah mencicipi makanan saat puasa ketika tidak ada hajat? Bukankah setiap muslim sudah memahami bahwa sejatinya seseorang berpuasa untuk beribadah dan mendapatkan manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh. Berpuasa juga diartikan sebagai cara untuk menahan hawa nafsu dan turut merasakan kelaparan yang dirasakan oleh fakir miskin yang sampai tidak bisa makan rutin.

Bila kamu tidak memiliki kepentingan, memang sudah seharusnya tidak perlu pakai adegan mencicipi segala. Sudah dijelaskan bahwa mencicipi makanan pada saat tidak punya hajat adalah makruh hukumnya. Bila ditinggalkan, maka akan mendapatkan pahala dan bila dijalankan tidak mendatangkan manfaat.

Apabila makanan yang dicicipi sampai tertelan ada kemungkinan orang tadi akan dijatuhi hukum tidak sah, karena tidak ada hajat dan tetap mencicipi makanan. Padahal sejatinya puasa bisa membantu seseorang dalam mengendalikan hawa nafsunya terhadap makan dan minum.

Lebih Baik Pakai Takaran Masakan yang Sudah Pakem Enak

Bagi Anda yang memang punya kepentingan dalam memasak dan mencicipinya, maka usahakan untuk membuat resep baku yang bisa memastikan kelezatan dari masakan yang dibuat. Walaupun memang hukum mencicipi makanan saat puasa akibat ada hajat dan tidak sengaja menelan tidak berdampak pada batalnya puasa, tetapi sebagai muslim dan muslimah yang baik perlu menghindari tindakan tersebut.

Usahakan membuat seluruh resep yang baku untuk setiap menu yang mungkin dipesan konsumen bila Anda adalah seorang chef atau koki tempat makan. Dengan menggunakan resep baku tersebut, Anda akan bisa memastikan bahwa semua masakan yang dibuat sudah memiliki rasa baku yang lezat. Dapat dibuat rangkuman juga mengenai beberapa pendapat syekh dan fatwa yang mereka ucapkan sehubungan dengan pertanyaan bolehkan mencicipi makanan saat puasa.

  • Ustad Abdul Somad

Dalam menjawab pertanyaan apakah bolehkah mencicipi makanan saat puasa dan lupa sampai menelan makanan, beliau pernah menyampaikan bahwa tidak masalah saat ujung lidah mencoba mencicipi gulai. Hal yang akan menjadi masalah adalah bila makannya sampai setengah mangkuk gulai.

  • Syekh Ibnu Hajar al-Haitami

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami pernah menjelaskan tentang hukum berpuasa yang berhubungan dengan kondisi lupa tidak membatalkan puasa, kecuali bila yang sudah dimakan porsinya banyak. Biasanya akan sangat jarang terjadi orang makan dalam jumlah yang cukup banyak. Pernyataan tersebut sudah dapat menjawab tentang pertanyaan bolehkan mencicipi makanan saat puasa.

Baca Juga: Obat Penghilang Bekas Jerawat yang Paling Ampuh

Siapa saja yang lupa mencicipi makanan saat puasa dan minum, sebaiknya dia berusaha semakin menyempurnakan puasanya. Cara menyempurnakannya adalah dengan melakukan shalat tarawih dan kebaikan lainnya.