Salah satu penyakit mematikan yang tidak pilih kasih dalam memilih korbannya adalah stroke. Penderita stroke seringkali dikaitkan dengan kematian atau penyakit berat yang sulit disembuhkan. Begitu seramnya citra dari penyakit ini mengharuskan setiap orang untuk selalu waspada. Dengan mengenali berbagai gejala stroke, Anda bisa lebih mewaspadai kemunculan stroke.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Perlu Anda Waspadai

Stroke lebih sering menyerang para lansia karena sistem kekebalan tubuhnya sudah menurun sehingga mudah terserang penyakit. Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk mengenal setiap gejalanya dan berusaha untuk mencegah kemunculan penyakit ini. berikut pembahasan lengkap terkait gejala stroke yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Stroke

Pengertian Stroke - Penderita Stroke

Stroke dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit atau permasalahan kesehatan yang terjadi akibat asupan darah menuju otak terganggu atau terhenti hingga mengakibatkan jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibat penyumbatan darah ini, sel-sel otak mulai tidak berfungsi.

Kondisi seperti ini tergolong sebagai suatu penyakit yang serius dan dapat membahayakan nyawa si penderita. Maka dari itu, seseorang yang mengalami keadaan ini harus segera dilarikan ke rumah sakit guna mencegah terjadinya hal-hal buruk. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat waktu akan membantu mengurangi risiko kerusakan otak yang lebih parah.

Ada berbagai macam gejala yang muncul saat terserang penyakit stroke ini, mulai dari kelumpuhan hingga mati rasa di salah satu sisi wajah. Gejala lain yang juga sering muncul adalah sakit kepala, permasalahan kesehatan, sulit bicara dan memahami ucapan dari orang lain.

Jenis-jenis Stroke

Jenis-jenis Stroke - Penderita Stroke

Penyakit ini memiliki beberapa jenis yang berbeda-beda. Stroke bisa dialami oleh siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa jenis stroke yang perlu Anda ketahui.

  • Stroke Iskemik

Pertama, ada stroke iskemik yang paling banyak terjadi dibanding jenis stroke lain. Stroke iskemik terjadi akibat adanya penyumbatan atau penyempitan yang terjadi dalam otak. Akibat hal ini aliran darah menuju otak menjadi terhambat.

  • Stroke Hemoragik

Jenis stroke lain yang cukup sering terjadi adalah stroke hemoragik. Stroke hemoragik dapat terjadi akibat adanya kebocoran pada pembuluh darah di otak. Gejala stroke jenis ini yang paling sering terjadi adalah pembuluh darah menjadi lebih lemah, lalu pecah dan pada akhirnya akan menumpahkan darah ke bagian lain.

Akibat dari kebocoran ini, penumpukan darah akan mendorong jaringan yang berada di sekitarnya. Jika pendarahan ini terus berlanjut dan tidak segera dihentikan akan mengakibatkan koma dalam jangka waktu yang lama hingga kematian. Stroke hemoragik ini dibagi menjadi dua jenis yang berbeda.

  • Perdarahan Intraserebral

Perdarahan intraserebral adalah perdarahan yang muncul saat pembuluh arteri yang berada di kepala pecah sehingga menyebabkan adanya pendarahan dalam otak. Umumnya, pendarahan intraserebral terjadi akibat tekanan darah tinggi.

  • Perdarahan Subarachnoid

Jenis kedua ini merupakan pendarahan yang terjadi di bagian permukaan otak. Dalam otak, terdapat tiga lapisan yang melapisi atau melindungi bagian utama otak tersebut, perdarahan subarachnoid terjadi antara lapisan kedua dan lapisan yang paling dekat dengan otak.

  • Stroke Ringan

Jenis stroke satu ini memiliki nama lain Transient Ischemic Attack atau TIA. Stroke ringan bisa diartikan sebagai kekurangan darah pada bagian sistem saraf yang berlangsung dalam waktu singkat. Umumnya stroke ringan terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam atau hanya beberapa menit saja.

Stroke ringan terjadi saat terdapat gumpalan atau pembekuan darah yang mengakibatkan aliran darah menuju sistem saraf pusat menjadi terhambat. Kendati penyumbatan ini hanya terjadi sementara, kerusakan jaringan tidak akan terjadi. Meski begitu, penderita Transient Ischemic Attack akan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam terserang stroke berat atau lanjutan.

Gejala Penderita Stroke yang Sering Muncul

Gejala stroke pada umumnya sering terjadi secara tiba-tiba dan hanya menyerang pada bagian satu sisi tubuh saja. Kemunculan gejala ini bisa bertambah buruk dalam jangka waktu 24 sampai 72 jam. Maka dari itu, apabila merasakan gejala-gejala tersebut, harap segera membawanya ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Berikut deretan gejala yang muncul saat stroke menyerang.

1. Mati Rasa Secara Tiba-tiba

Mati Rasa - Penderita Stroke

Tanda pertama yang paling sering muncul adalah mati rasa pada bagian tubuh tertentu yang terjadi secara tiba-tiba. Umumnya kelemahan atau mati rasa ini terjadi pada bagian tubuh seperti wajah, lengan, kaki, dan bagian tubuh pasien yang lain. Untuk memastikan apakah Anda mengalami gejala ini atau tidak, Anda bisa mengangkat kedua tangan ke atas.

Apabila saat tangan diangkat dan mulai jatuh tanpa digerakkan, bisa jadi ini merupakan salah satu gejala stroke. Tanda lain yang juga bisa Anda indikasikan sebagai gejala awal stroke adalah sudut bibir yang turun tanpa digerakkan saat sedang tersenyum.

2. Mengalami Gangguan Penglihatan

Gangguan Penglihatan - Penderita Stroke

Gejala satu ini sebenarnya cukup umum terjadi apabila kesehatan tubuh mulai terganggu. Penderita stroke umumnya mengalami penurunan fungsi penglihatan pada mata. Gejala ini juga sering muncul secara tiba-tiba. Saat mengalami hal ini, Anda mungkin merasakan pandangan mata yang berbayang.

Namun beberapa penderita stroke bisa mengalami kondisi dimana salah satu matanya tidak bisa digunakan untuk melihat. Jika gejala ini tidak segera diatas, penderita bisa mengalami kebutaan permanen.

3. Sulit Berjalan

Sulit Berjalan - Penderita Stroke

Penderita stroke biasanya akan mengalami gangguan seperti sulit berjalan, kehilangan keseimbangan tubuh, hingga koordinasi tubuh yang sulit diatur. Jika Anda mendadak sulit berjalan dan kehilangan keseimbangan tubuh diiringi dengan sakit kepala yang cukup parah, hal ini bisa menjadi indikasi stroke.

4. Gangguan Bicara dan Kesulitan Memahami Orang Lain

Gangguan Bicara - Penderita Stroke

Penderita stroke akan mengalami gangguan bicara dan kesulitan dalam memahami pembicaraan orang lain. Pasien mungkin kehilangan kemampuan untuk berbicara seperti pada umumnya. Pada saat hal ini terjadi, penderita stroke akan mulai kesulitan dalam menyebutkan kata demi kata dengan lancar. Lidahnya akan sulit untuk digunakan dalam mengeja sebuah kata atau kalimat.

Tidak hanya sulit bicara saja, penderita stroke juga akan sulit memahami ucapan orang lain. Meskipun kalimat yang diucapkan oleh lawan bicaranya sederhana, penderita stroke tetap merasa kesulitan untuk memahaminya.

5. Sakit Kepala

Sakit Kepala - Penderita Stroke

Salah satu gangguan kesehatan yang paling umum terjadi ini juga termasuk salah satu gejala stroke. Banyak orang yang mengalami gangguan ini. Bedanya, para penderita stroke yang mengalami hal ini akan disertai dengan pusing, muntah, dan kehilangan kesadaran. Umumnya, sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba ini tidak disebabkan oleh suatu alasan tertentu atau tanpa penyebab.

6. Kehilangan Kesadaran

Hilang Kesadaran - Penderita Stroke

Penderita stroke juga bisa mengalami gejala berupa kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Hal ini sering terjadi pada penderita yang sudah berada di kondisi parah. Umumnya kehilangan kesadaran ini muncul akibat gangguan sakit kepala akut yang tidak segera ditangani sehingga membuat si penderita kehilangan kesadarannya.

7. Mengalami Kelumpuhan

Mengalami Kelumpuhan - Penderita Stroke

Gejala satu ini paling sering muncul dan dialami oleh penderita stroke. Jika masih gejala ringan, umumnya kelumpuhan yang dialami hanya berada di tangan atau kakinya saja. Pada tahap ringan ini, kelumpuhan hanya akan terjadi selama satu hari atau beberapa jam saja. Sedangkan di tahap berat, kelumpuhan tidak bisa disembuhkan hanya dalam waktu beberapa bulan saja.

8. Susah Menelan

Susah Menelan - Penderita Stroke

Terkadang, gejala stroke memang muncul dari gangguan-gangguan sederhana, susah menelan adalah salah satunya. Hal ini terjadi akibat tenggorokan sudah tidak lagi elastis sehingga penderita akan kesulitan dalam menelan makan ataupun minuman yang dimakannya. Akibat dari susah menelan ini adalah penurunan kualitas hidup yang berpengaruh terhadap berat badan si penderita tersebut.

9. Pikun

Pikun - Penderita Stroke

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menargetkan otak sehingga timbul kerusakan di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan otak menjadi kesulitan dalam merespon maupun mengingat memori yang sudah pernah terjadi. Kerusakan pada sel saraf otak ini juga menyebabkan penderita sulit berkonsentrasi.

10. Perubahan Perilaku

Perilaku - Penderita Stroke

Penderita stroke sering menunjukkan perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba. Perilakunya ini seakan bukan kehendak dari diri si penderita, keadaannya menjadi tidak karuan dan sering berperilaku aneh. Tidak hanya itu saja, penderita stroke juga lebih mudah marah dibanding orang normal pada umumnya.

Baca Juga: 12 Gejala Diabetes dan Tipe-Tipe Diabetes yang Harus Diketahui

Demikianlah gejala stroke yang perlu Anda waspadai. Agar tidak mengalami gejala-gejala di atas, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti menjaga pola hidup sehat, berolahraga, rajin minum air putih, dan masih banyak lagi.