Kolesterol merupakan salah satu bagian dalam tubuh manusia yang seringkali menimbulkan kekhawatiran jika kadarnya berlebih. Tubuh membutuhkan kolesterol dalam jumlah yang tepat. Pasalnya, kolesterol yang terlalu banyak dapat memicu munculnya penyakit-penyakit berbahaya. Tubuh memiliki batas kadar kolesterol normal yang membuatnya terhindar dari berbagai macam penyakit akibat kolesterol tinggi.

Baca Juga: Jenis Narkotika yang Penting Diketahui Agar Masyarakat Semakin Teredukasi

Apa Itu Kolesterol?

Kolesterol - Kadar Kolesterol Normal

Kadar kolesterol normal dapat didefinisikan sebagai suatu zat semacam lemak yang bisa dengan mudah pada setiap sel di dalam tubuh. Tubuh membutuhkan kolesterol dalam porsi yang pas guna membantu sel-sel bekerja dengan baik. Kelebihan maupun kekurangan kolesterol dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya. Keberadaan kolesterol ini membantu menghasilkan banyak hormone penting dalam tubuh, vitamin D, dan asam empedu yang dapat membantu mencerna lemak.

Untuk mengetahui kadar kolesterol normal dalam tubuh, Anda bisa melakukan tes darah atau panel lipoprotein. Sebelum tes ini dilakukan, Anda diharuskan untuk berpuasa selama 9 sampai 12 jam. Nutrisi yang dibolehkan untuk masuk ke dalam tubuh hanyalah air saja. Tes yang dilakukan ini akan memberikan info terkait kadar kolesterol HDL, LDL, total, dan trigliserida.

Apa Itu HDL, LDL, Total, dan Trigliserida?

UntitledHDL, LDL, Total, dan Trigliserida - Kadar Kolesterol Normal

Berbicara tentang kolesterol, HDL, LDL, total, dan trigliserida menjadi empat hal utama yang tidak bisa dipisahkan. Apa itu HDL, LDL, total, dan trigliserida ini? Kolesterol HDL atau High Density Lipoprotein didefinisikan sebagai kolesterol baik yang tugas utamanya adalah menghilangkan kolesterol di dalam arteri. Berkebalikan dengan HDL, kolesterol LDL atau Low Density Lipoprotein adalah kolesterol jahat yang menjadi sumber utama dari penumpukan kolesterol dan penyumbatan yang terjadi arteri.

Meski bersifat ‘jahat’, tubuh tetap membutuhkan kolesterol LDL. Namun, kebutuhan ini tentunya harus dalam porsi yang pas dan tidak boleh berlebihan. Pasalnya, terlalu banyak kolesterol LDL dapat memicu serangan jantung dan berbagai macam penyakit mematikan lainnya. Hal ini dikarenakan kolesterol LDL dapat menyebabkan adanya endapan pada pembuluh darah. Endapan ini menyebabkan penurunan darah dan oksigen yang masuk ke dalam jantung.

Total dalam pengecekan kolesterol memiliki arti ukuran jumlah total kolesterol yang berada dalam darah. Jumlah total ini termasuk kolesterol LDL dan kolesterol HDL. Sedangkan trigliserida adalah bentuk lain dari lemak yang ada dalam darah. Keberadaan trigliserida ini dapat memicu timbulnya penyakit jantung. Risiko ini akan lebih tinggi pada wanita.

Kapan Tes Kolesterol Harus Dilakukan?

Kadar Kolesterol Normal

Kapan tes kolesterol ini harus dilakukan? Haruskah melakukan tes setiap bulan? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kapan dan berapa kali tes kolesterol ini perlu dijalankan tergantung pada riwayat keluarga, usia, dan faktor risiko. Ahli kesehatan menganjurkan Anda untuk melakukan tes kolesterol di saat berikut ini.

1. Orang yang Berusia Di Bawah 19 Tahun

Ahli kesehatan menganjurkan untuk pertama kali melakukan tes kolesterol pada usia 9 sampai 11 tahun. Kategori pertama ini dianjurkan untuk melakukan tes secara rutin setiap lima tahun sekali. Namun tes ini bisa dimulai lebih awal yakni saat anak berusia dua tahun apabila dari pihak keluarga memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kolesterol seperti serangan jantung, stroke, atau darah tinggi.

2. Orang yang Sudah Berusia 20 Tahun Ke atas

Kategori kedua ini dijalankan oleh para remaja atau orang-orang yang sudah dewasa. Tes kadar kolesterol normal ini perlu dilakukan secara rutin setiap lima tahun sekali. Untuk pria yang sudah berusia 45 hingga 65 tahun dan wanita yang berada di rentang usia 55 sampai 65 tahun disarankan untuk melakukan tes kolesterol setiap satu atau dua tahun sekali. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya kelebihan kolesterol yang dapat memicu penyakit berbahaya.

Penyebab Kadar Kolesterol Tinggi

Pola Makan Tidak di Jaga - Kadar Kolesterol Normal

Kadar kolesterol normal dalam darah bisa berubah menjadi tinggi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini bisa berasal dari segi internal maupun eksternal tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut penyebab umum dari tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

1. Pola Makan yang Tidak Dijaga

Pola makan sehari-hari turut mempengaruhi kadar kolesterol normal dalam tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh yang biasa terdapat pada produk hewani dan lemak trans yang biasa ada pada kue dan biskuit dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tidak hanya itu saja, makanan seperti susu tinggi lemak dan daging merah juga dapat menyebabkan kadar kolesterol normal menjadi tinggi. Cookies, cake dan popcorn yang umumnya sering dikonsumsi para anak muda juga memiliki indikasi meningkatkan kadar kolesterol.

Maka dari itu, menjaga pola makan dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh sangatlah penting. Pola makan serta jenis makanan yang sembarangan dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol.

2. Tidak Banyak Bergerak

Saat tubuh tidak banyak bergerak dan hanya rebahan atau duduk-duduk saja, kadar kolesterol normal HDL akan menurun yang secara otomatis akan memberikan peluang pada sang lawan yakni kolesterol LDL untuk meningkat. Rajin bergerak dan berolahraga memiliki efek baik bagi tubuh, salah satunya adalah meningkatkan HDL dan menurunkan trigliserida.

3. Usia

Faktor yang satu ini memang sudah menjadi kehendak alam dan tidak bisa dihindari. Peningkatan kadar kolesterol umumnya terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia. Seiring dengan bertambahnya usia, maka risiko kenaikan kolesterol juga akan semakin tinggi. Tidak hanya itu saja, hati menjadi sedikit lebih lambat dalam menjalankan tugasnya yakni menghilangkan kolesterol LDL pada tubuh.

Wanita yang belum menopause memiliki total kadar kolesterol normal yang lebih rendah dibandingkan pria sebayanya. Namun setelah itu, kadar kolesterol LDL akan mengalami peningkatan dan HDL akan mengalami penurunan.

4. Obesitas

Orang yang mengalami obesitas atau indeks massa tubuhnya lebih dari 30 memiliki kadar kolesterol normal yang lebih tinggi. Berat badan yang berlebih dapat meningkatkan trigliserida dalam darah. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung akibat tingginya kolesterol. Untuk menghindari hal ini, penderita obesitas disarankan agar menjalankan diet dan menerapkan pola hidup sehat.

5. Merokok

Sudah bukan rahasia lagi jika perokok memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit berbahaya, salah satunya adalah peningkatan kadar kolesterol. Merokok dapat merusak bagian dinding pembuluh darah sehingga membuatnya lebih rentan mengalami penumpukan lemak. Kadar kolesterol HDL juga bisa mengalami penurunan akibat merokok.

Kadar Kolesterol Normal

Kadar Kolesterol Normal

Berapa kadar kolesterol normal yang seharusnya ada pada tubuh? Satuan pengukuran kolesterol dalam darah adalah milligram per desiliter atau mg/dL. Untuk lebih jelasnya, berikut kadar kolesterol normal yang tepat berdasarkan usia dan jenis kelamin.

  • Usia Dibawah 19 Tahun

Untuk yang masih berusia di bawah 19 tahun, total kolesterol normal adalah kurang dari 170 mg/dL. Untuk non HDL sebaiknya berada di bawah 120 mg/dL, kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dL dan kolesterol HDL diatas 45 mg/dL.

  • Pria Berusia 20 Tahun atau Lebih

Berbeda dengan yang masih berusia dibawah 19 tahun, untuk pria yang sudah berusia 20 tahun atau lebih, total kolesterol yang dianjurkan adalah 125 sampai 200 mg/dL. Non HDL yang dibutuhkan adalah kurang dari 130 mg/dL. Untuk LDL,sebaiknya jumlahnya kurang dari 100 mg/dL. Sedangkan kolesterol HDL, sebaiknya jumlahnya sekitar 40 mg/dL atau lebih tinggi.

  • Wanita Berusia 20 Tahun atau Lebih

Untuk wanita yang berada di usia ini, kadar kolesterol total yang disarankan adalah 125 sampai 200 mg/dL. Non HDL berada di angka yang kurang dari 130 mg/dL, kolesterol LDL yang sebaiknya berada pada jumlah kurang dari 100 mg/dL. Untuk kolesterol baik atau HDL sebaiknya jumlahnya 50 mg/dL atau lebih tinggi.

Trigliserida tidak termasuk dalam perhitungan ini karena bukan jenis kolesterol. Trigliserida masuk dalam bagian panel lipoprotein atau tes yang mengukur kadar kolesterol. Umumnya, tingkat trigliserida yang normal adalah 150 mg/dL. Apabila tingkat trigliserida ini berada di angka 150 sampai 199 mg/dL atau lebih daripada itu, sebaiknya segera memeriksakannya ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Mengenal Senam Jantung Sehat dan Manfaatnya

Demikianlah pembahasan lengkap terkait kadar kolesterol normal yang perlu Anda ketahui. Kolesterol merupakan salah satu bagian tubuh yang harus selalu diperhatikan. Pasalnya, kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya yang harus diwaspadai.