Apakah Anda pernah mendengar mengenai karsinoma? Karsinoma adalah nama lain dari penyakit kanker kulit.

Mungkin Anda telah familiar dengan penyakit-penyakit kronis seperti Kanker. Penyakit kanker terdiri dari banyak jenis, seperti kanker usus, kanker paru-paru, kanker otak, dan lain-lain. Meski tidak sepopuler jenis lainnya, namun kanker kulit juga memiliki tingkat keganasan yang sama hingga dapat menyebabkan kematian bagi pengidapnya.

Baca Juga: Simak 3 Budaya Hidup Sehat Di Tengah Pandemik Covid-19

Berikut Cara Mudah Hindari Kanker Kulit : Pakai Sunscreen!

Sebenarnya, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi seseorang sehingga menyebabkan Ia terkena kanker kulit. Faktor tersebut diantaranya seperti faktor genetika atau keturunan, adanya kelainan kromosom, terinfeksi virus, dan bahkan faktor yang tidak Anda sadari sehari-hari, yaitu paparan sinar matahari.

Sinar Ultraviolet dan Sunburn

Sinar Ultraviolet dan Sunburn - kanker kulit

Sinar matahari yang biasanya kita dapatkan sehari-hari memiliki 3 (tiga) jenis sinar yang dipancarkan. Jenis tersebut antara lain adalah sinar ultraviolet A, sinar ultraviolet B, dan sinar ultraviolet C. Dari ketiga jenis tersebut, sinar ultraviolet C adalah jenis sinar yang tidak Anda dapatkan karena keseluruhannya telah terserap atmosfer sebelum sampai di dekat permukaan bumi. Sedangkan sinar ultraviolet A dan sinar ultraviolet B menembus sampai di permukaan bumi dan mengenai kulit Anda apabila anda terkena paparan sinar matahari.

Dua jenis sinar ultraviolet tersebutlah yang harus Anda waspadai. Hal ini dikarenakan kedua jenis sinar ultraviolet tersebut mempunyai potensi besar untuk merusak kulit Anda. Masin-masing sinar ultraviolet tersebut memiliki sifat merusak yang berbeda. Sinar ultraviolet A lebih banyak akan menimbulkan masalah noda hitam dan kerutan yang timbul di dalam kulit. Sedangkan sinar ultraviolet B akan menimbulkan kerusakan berupa sunburn.

Sunburn atau terbakarnya kulit akibat paparan sinar matahari yang terlalu lama ditandai dengan adanya bercak kemerahan yang luas, iritasi, dan timbulnya gatal pada kulit. Orang yang memiliki kulit terang cenderung lebih beresiko terhadap sunburn dibandingkan orang yang memiliki kulit gelap. Hal ini dikarenakan pada orang dengan kulit gelap memiliki lebih banyak melanin yang akan melindungi kulit dari sunburn. Apabila anda memiliki tipe kulit yang lebih mudah mengalami sunburn, Anda harus lebih waspada dan berhati-hati.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan karena jika Anda mengalami sunburn berulang, maka Anda memiliki resiko lebih besar terhadap penyakit kanker kulit. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa apabila Anda mengalami sunburn sebanyak lima kali, maka anda memiliki resiko dua kali lipat lebih tinggi terkena kanker kulit. Bisa Anda bayangkan berapa besar resiko jika Anda mengalami sunburn yang berulang secara terus menerus?

Ultraviolet Index dan Sunscreen

Ultraviolet Index dan Sunscreen - kanker kulit

Indonesia adalah negara yang berada di garis khatulistiwa, hal itu berarti bahwa kita semua selalu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup banyak setiap harinya. Intensitas paparan sinar matahari dapat diukur dengan ultraviolet index (UV Index). UV Indeks dinilai dengan angka 0-11. Semakin tinggi angka, maka menunjukan bahwa tingkat paparan sinar matahari juga semakin intens.

Angka indeks tersebut dikategorikan dalam beberapa skala, yaitu 0-2 untuk kategori low risk; 3-5 untuk kategori moderate; 6-7 untuk kategori high risk; 8-10 untuk kategori very high risk; dan >11 untuk kategori extreme. Untuk mengecek indeks tersebut secara realtime, anda dapat memanfaatkan aplikasi perkiraan cuaca di ponsel Anda. Anda sangat disarankan untuk selalu menggunakan sunscreen atau tabir surya apabila indeks telah menunjukan angka 4 keatas. Hal ini dikarenakan pada saat indeks menunjukan angka tersebut, resiko mengalami sunburn mulai bisa anda dapatkan.

Sunscreen adalah produk yang biasanya berbentuk lotion yang digunakan pada permukaan kulit. Sunscreen bekerja dengan cara menyaring sinar ultraviolet yang terpapar pada kulit Anda sehingga sinar ultraviolet tersebut tersaring oleh produk sunscreen dan tidak menembus pada kulit anda. Dengan meminimalisir paparan sinar ultraviolet, maka sunburn akan bisa terhindari dan menurunkan resiko Anda terhadap kanker kulit.

Di pasaran, terdapat dua jenis sunscreen yang bisa Anda jumpai, yaitu physical sunscreen dan chemical sunscreen. Physical sunscreen memiliki cara kerja dengan memantulkan sinar ultraviolet yang sampai pada permukaan kulit sehingga tidak sampai terpapar di kulit. Sedangkan chemical sunscreen memiliki cara kerja dengan menyerap sinar ultraviolet yang sampai di permukaan kulit kemudian mengubahnya menjadi energi panas yang akan dilepaskan. Kedua jenis sunscreen ini bisa anda pilih sesuai dengan preferensi Anda.

Namun perlu Anda ingat bahwa Anda tidak bisa menggunakan produk sunscreen sembarangan tanpa mengerti aturan pakainya. Anda harus bijak memilih produk sunscreen yang tepat agar fungsinya bisa optimal. Dikarenakan Anda tinggal di Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki intensitas paparan sinar yang cukup tinggi, Anda disarankan untuk menggunakan sunscreen yang memiliki spektrum luas atau yang lebih umum dikenal dengan SPF.

SPF atau Sun Protecting Factor

SPF atau Sun Protecting Factor - kanker kulit

SPF atau sun protecting factor adalah kekuatan daya lindung produk sunscreen terhadap sinar ultraviolet B yang menyebabkan sunburn yang ditunjukkan dengan angka tertentu. Semakin banyak angka SPF yang dalam produk sunscreen yang Anda gunakan, maka perlindungan yang diberikan produk tersebut terhadap resiko sunburn akan lebih lama. Misalnya pada pada produk sunscreen dengan SPF 25, hal ini berarti bahwa anda terlindungi 25 kali lebih lama dari bahaya sunburn dibandingkan tanpa memakai sunscreen.

Anda juga harus mengaplikasikan sunscreen dengan benar agar dapat terproteksi secara optimal. Cara pemakaian sunscreen yang disarankan adalah 15 menit sebelum anda terkena paparan sinar matahari agar produk tersebut cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Aplikasikan produk sunscreen yang cukup sesuai dengan luas area kulit Anda secara merata dan jangan terlalu tipis untuk mengoptimalkan perlindungannya. Bila perlu, Anda juga bisa mengaplikasikan ulang sunscreen pada kulit anda sesuai kebutuhan, terutama saat anda berkegiatan di luar ruangan yang terus menerus terpapar sinar matahari sepanjang hari.

Baca Juga: Kenali Bagian Telinga dan Fungsinya Agar Terhindar Dari Penyakit Telinga

Demikian informasi mengenai upaya pencegahan kanker kulit yang bisa Anda lakukan. Sebenarnya mudah ‘kan? Anda hanya perlu konsisten untuk membiasakan diri untuk memakai produk sunscreen agar terlindungi dari sunburn dan meminimalisir resiko terjadinya kanker kulit. Anda tidak mau kan harus menanggung resiko terkena penyakit kanker kulit hanya karena malas memproteksi kulit Anda dengan menggunakan sunscreen? 

Selain terhindar dari bahaya tersebut, penggunaan sunscreen secara rutin juga memiliki manfaat lain, lho. Anda bisa mencegah penuaan dini seperti timbulnya kerutan dan flek hitam pada kulit Anda jika Anda rajin menggunakan sunscreen. Menjaga kesehatan sekaligus merawat estetika kulit Anda. Menarik, bukan? Yuk, mulai pakai sunscreen untuk melindungi kulit Anda dari bahaya!