Jantung adalah salah satu organ dalam tubuh yang sangat penting dan harus dijaga kesehatannya. Permasalahan pada jantung sendiri ada beragam, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Namun semua masalah yang terjadi pada jantung tidak bisa diremehkan termasuk gangguan irama jantung. Masalah pada irama jantung ini dikenal dengan istilah aritmia. Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan singkatnya di bawah ini.

Baca Juga: Rekomendasi Jus Penurun Kolesterol yang Enak dan Mudah Dibuat

Mengenal Aritmia

Mengenal Aritmia - Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama jantung atau aritmia adalah kondisi dimana irama jantung seseorang bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Gangguan irama detak jantung ini biasanya tetap terjadi pada orang yang jantungnya normal namun tidak sering. Jika aritmia ini terjadi secara terus menerus tandanya ada sesuatu yang salah dengan jantung orang tersebut.

Aritmia sendiri ada beberapa macam, yang pertama adalah aritmia fibrilasi yang merupakan kondisi jantung yang detaknya lebih lambat. Kedua ada supraventrikular dimana kondisi jantung berdetak lebih cepat. Ketiga ventrikel, kondisi ada detak atau denyutan lain di luar denyut normal. Terakhir ada ventrikel fibrilasi dimana kondisi jantung tidak berdetak namun hanya bergetar.

Gejala Ada Gangguan Irama Jantung

Gangguan Irama Jantung

Jika dilihat dari pengertian aritmia dimana ini adalah kondisi dimana ada gangguan irama jantung yang bisa berdetak lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini terdengar sepele namun bagi penderitanya ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gangguan irama jantung ini sendiri sebetulnya tanpa disadari hamper semua orang pernah mengalaminya. Hanya saja tidak berbahaya dan tidak terjadi secara terus menerus sehingga tidak terlalu dirasa. Gejala yang akan dirasakan penderita aritmia ini tergantung dari jenis aritmia itu sendiri. Apakah yang berdetak lebih cepat atau lebih lambat. Namun agar lebih jelas berikut ada penjelasan tentang gejala gangguan irama jantung sesuai dengan jenisnya.

1. Takikardia

Gejala yang pertama ini merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada hamper semua orang. Takikardia ini adalah kondisi dimana penderita detak jantungnya berdenyut lebih dari 100 kali dalam waktu satu menit. Umumnya detak jantung orang dewasa yang tidak bermasalah berada pada angka 60 sampai 100 denyut untuk setiap satu menit.

Pada orang yang sehat dan normal takikardi biasa terjadi jika ada pemicunya seperti olahraga lari atau adanya trauma. Berbeda pada penderita aritmia yang memang kondisi jantungnya tidak baik sehingga meski tidak ada pemicu apa-apa detak jantungnya terlalu cepat dan terjadi berkelanjutan.

2. Bradikardia

Ini merupakan gejala gangguan irama jantung dimana kondisi jantung berdetak lebih lambat dari seharusnya. Bradikardia ini detak jantungnya tidak sampai 60 kali dalam satu menit. Biasanya tidak ada gejala yang terasa pasti bagi penderitanya, namun jika ini tidak segera diketahui maka bisa menyebabkan otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan menjadi pemicu stroke.

3. Irama Jantung Tak Beraturan

Pada gejala yang ketiga ini detak jantung bisa terasa ada tambahan secara mendadak, atau bisa juga terasa terlambat berdetak secara tiba-tiba, dan bisa juga terasa hanya bergetar selama beberapa detik, jika ini terjadi terus menerus maka perlu melakukan pemeriksaan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Efek Aritmia Pada Tubuh

Efek Aritmia - Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama jantung jika tidak segera ditangani bisa membahayakan nyawa penderitanya. Hal ini karena oksigen tidak bisa sampai pada organ lain yang membutuhkan. Penderita aritmia yang terjadi secara terus menerus akan merasakan nyeri dada, sesak nafas, mudah cemas, mudah lelah, pusing, dan juga keringat dingin. Efek samping yang paling bahaya apabila otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup maka penderita aritmia ini akan terserang stroke bahkan gagal jantung secara mendadak.

Penderita aritmia ini baiknya segera memeriksakan diri jika sudah mengalami gejala yang sudah disebutkan. Hal ini perlu ditangani dokter sedini mungkin agar bisa mencegah tubuh terserang penyakit yang lebih serius. 

Biasanya karena oksigen tidak sampai pada otak penderita aritmia kerap kali sering pingsan tiba-tiba. Jika hal tersebut terjadi sudah saatnya memeriksakan diri ke dokter untuk bisa segera mengobati aritmia itu sendiri. Aritmia tidak bisa diremehkan apalagi pada orang penderita diabetes dan yang pernah melakukan operasi jantung. Gejala sepele saja harus segera konsultasi dengan dokter untuk memastikan semua baik-baik saja.

Apa Penyebab Aritmia?

Apa Penyebab Aritmia - Gangguan Irama Jantung

Jika sudah tahu gejala apa saja yang akan dirasakan penderita aritmia, saatnya untuk mengulas kira-kira apa saja yang menjadi pemicu atau penyebab orang bisa terkena gangguan irama jantung itu sendiri. Penyebab dari aritmia adalah impuls listrik yang bertugas untuk mengatur detak jantung tidak berfungsi secara baik karena penderita mungkin sedang mengkonsumsi obat pilek atau obat alergi.

Penyebab lain adalah penderita memiliki kondisi sleep apnea. Sleep apnea ini kondisi dimana seseorang mengalami  gangguan tidur yang bisa menyebabkan pernapasan berhenti sementara saat orang tersebut sedang tertidur pulas, nafas akan berhenti untuk beberapa saat dan beberapa kali. Penyebab lainnya adalah penderita aritmia memiliki tekanan darah yang tinggi atau pengidap diabetes. 

Tidak hanya itu saja adanya gangguan tiroid, kelainan pada katup jantung, tubuh yang kekurangan kalium, mempunyai penyakit kardiovaskular, semua itu adalah salah satu penyebab adanya gangguan irama jantung pada seseorang jika dilihat secara medis.

Namun gangguan irama jantung juga bisa dipicu karena gaya hidup yang salah seperti kurangnya waktu istirahat, tidak bisa mengelola stress, merokok, atau terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dan kafein.

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Aritmia?

Dokter Mendiagnosa Aritmia - Gangguan Irama Jantung

Saat melakukan pemeriksaan ke dokter setelah mengetahui gejala aritmia, nanti dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu apakah betul gejala yang dirasakan adalah efek dari aritmia atau penyakit yang lain. Selain bertanya gejala yang dirasakan, dokter juga akan mendengarkan detak jantung pasien. Lalu akan disusul dengan pemeriksaan lanjutan antara lain:

1. Elektrokardiogram

Untuk bisa mendiagnosa apakah betul pasien yang diperiksa terkena aritmia atau bukan dokter akan merekam aktivitas listrik jantung dalam kondisi pasien sedang berbaring. Alat yang digunakan untuk merekam adalah EKG atau elektrokardiogram.

2. Uji Latih Jantung

Setelah merekam aktivitas listrik jantung, pasien akan melakukan uji latih jantung dimana pasien akan melakukan latihan fisik. Biasanya dokter sudah menyediakan alat seperti treadmill atau sepeda statis.

3. Echo Jantung

Lalu ada echo jantung dimana ini untuk melihat fungsi jantung dengan menggunakan bantuan gelombang suara. Nanti jika suda selesai akan lanjut pada pengukuran kadar elektrolit, kadar gula darah, biopsi, dan katerisasi jantung.

Pengobatan Aritmia

Pengobatan Aritmia - Gangguan Irama Jantung

Jika setelah pemeriksaan pasien betul terkena gangguan irama jantung maka dokter akan menggunakan metode yang sesuai dengan jenis aritmia yang diderita pasien agar detak jantung bisa kembali normal dan aritmia tidak berlanjut. Beberapa pengobatan yang bisa didapatkan pasien antara lain:

1. Obat-obatan

Hal pertama untuk pengobatan adalah dengan meresepkan obat antiaritmia. Selain itu biasanya dokter juga akan memasukkan warfarin dalam resep yang fungsinya untuk menurunkan resiko terjadinya penggumpalan darah.

2. Ablasi

Ablasi ini adalah memasang kateter pada pembuluh darah yang menuju ke jantung. Jumlah kateter disesuaikan dengan kondisi penderita aritmia. Pada kateter yang digunakan ada elektroda yang bisa menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menjadi penyebab gangguan irama jantung.

3. Alat Pacu Jantung

Selanjutnya ada alat pacu jantung yang dipasang pada bawah tulang selangka. Tujuan dari pemasangan alat ini adalah mengembalikan irama jantung jadi normal kembali.

4. ICD

Implantable cardioverter-defibrillator ini merupakan sebuah alat yang sangat kecil yang pemasangannya ada pada bagian dada penderita aritmia. Alat ini fungsinya adalah untuk mencegah terjadinya jantung berhenti secara mendadak. Impal ini nantinya akan mendeteksi jantung yang berhenti berdetak lalu secara otomatis akan mengalirkan listrik untuk menjalankan jantung yang berhenti secara mendadak itu tadi.

Baca Juga: Penting! Ini Dia Vitamin Penambah Nafsu Makan Yang Wajib Diketahui

Itu dia sedikit ulasan tentang gangguan irama jantung mulai dari pengertian hingga pengobatan yang digunakan untuk mengobati penderita aritmia ini. Baiknya jagalah kesehatan jantung sejak dini dengan rajin berolahraga, istirahat cukup, dan pola makan sehat dan benar. Jangan sampai ada masalah pada jantung atau organ penting lain karena hal tersebut bisa mendatangkan penyakit kronis yang berbahaya. Terapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang baik sejak dini demi menjaga kesehatan.