Dalam upaya menjalankan pola hidup sehat, jenis makanan yang dikonsumsi menyumbang faktor terpenting dalam kondisi Masalah Kesehatan tubuh. Bahkan, peran makanan ini menjadi hal yang sangat krusial bagi kondisi kesehatan tubuh Anda. Sehingga, sangat penting bagi Anda untuk bisa mengatur apa saja makanan yang Anda konsumsi dalam upaya Anda untuk menjaga kesehatan tubuh.

Siapa sih yang tidak suka mencicipi berbagai macam kuliner? Anda pasti bukan salah satunya. Di era yang sudah semakin modern ini, banyak sekali jenis hidangan makanan yang menggoda di luar sana. Aneka variasi hidangan yang beragam bisa bebas Anda pilih dengan mudah, seperti hidangan khas Indonesia, hidangan western, maupun hidangan khas Korea yang sedang naik daun belakangan ini.

Baca Juga: Cara Mudah Hindari Kanker Kulit : Pakai Sunscreen!

Terlebih lagi, didukung dengan teknologi yang sudah maju, kita tidak perlu repot-repot untuk memasak apabila sedang ngidam makanan tertentu. Tinggal klikklik saja, makanan yang Anda inginkan sudah bisa sampai di depan rumah Anda tanpa perlu repot memasak ataupun bepergian untuk membelinya.

Namun demikian, saat Anda sedang menikmati hobi kulineran tersebut, pernahkah Anda memperhatikan kandungan apa saja dari makanan yang Anda konsumsi? Atau Anda hanya cuek saja terhadap komposisi makanan yang Anda konsumsi? Anda perlu hati-hati, lho!

Penting bagi Anda untuk memperhatikan komposisi dari makanan yang Anda konsumsi, terutama kandungan GGL-nya, yaitu Gula, Garam, dan Lemak. Ketiga kandungan ini penting untuk Anda perhatikan, terutama mengenai berapa jumlah yang Anda konsumsi tiap harinya.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ketiga kandungan tersebut mengambil peran penting dalam kondisi kesehatan Anda. Apabila berlebihan, tentu akan menimbulkan rentetan masalah kesehatan bagi tubuh Anda.

Berikut Masalah Kesehatan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak untuk Kesehatan:

1. Batasan masalah kesehatan Konsumsi Gula

Batasan masalah kesehatan Konsumsi Gula

Siapa yang suka makanan yang bercita rasa manis? Pasti Anda salah satunya. Makanan manis memang akan membuat mood Anda menjadi baik. Namun demikian, konsumsi makanan manis yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan Anda.

Anjuran konsumsi gula yang disarankan per harinya adalah sekitar 10% dari energi total yang Anda butuhkan (2000 kkal), yang berarti sejumlah 200 kkal per hari. Jumlah gula tersebut setara dengan 50 gram atau 4 (empat) sendok makan per harinya.

Yuk, hitung lagi berapa jumlah gula yang Anda konsumsi dalam seharinya? Apakah masih dalam batas wajar? Ataukah telah melebihi? Konsumsi gula berlebih yang dilakukan secara terus menerus akan meningkatkan resiko terjadinya beberapa masalah kesehatan yang serius, diantaranya adalah obesitas (kegemukan), diabetes, dan mengganggu kinerja organ tubuh Anda lainnya.

Selain itu, Anda juga harus mewaspadai konsumsi produk camilan dan minuman ringan dalam kemasan, lho. Hal ini dikarenakan biasanya produk makanan dan minuman dalam kemasan memiliki masalah kesehatan kandungan gula yang cukup tinggi. Contohnya adalah minuman teh siap minum dalam kemasan, kandungan gula di dalamnya cukup tinggi yang bervariasi mulai dari 15 hingga 30 gram per botolnya.

Selain itu, Anda juga perlu mewaspadai konsumsi makanan dan minuman yang terlihat sehat, namun nyatanya tidak. Salah satu contohnya adalah minuman jus buah dalam kemasan. Alih-alih menyehatkan, minuman jus buah dalam kemasan juga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

2. Batasan masalah kesehatan Konsumsi Garam

Batasan masalah kesehatan Konsumsi Garam

Sayur memang tidak akan memiliki rasa yang enak apabila tanpa garam. Apakah Anda pecinta makanan yang memiliki cita rasa asin? Jika iya, Anda perlu waspada apabila menyukai berbagai makanan yang memiliki citarasa asin karena kandungan garam yang berlebih bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh Anda. Anjuran konsumsi garam yang disarankan per harinya adalah sebanyak 2000 miligram natrium. Jumlah garam tersebut setara dengan 5 (lima) gram garam atau sebanyak 1 (satu) sendok teh per harinya.

Apakah Anda telah mengkonsumsi garam sesuai dengan anjuran tersebut? Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi tubuh Anda. Masalah kesehatan yang mungkin timbul dari konsumsi garam berlebih diantaranya adalah timbulnya penyakit hipertensi, stroke, penyakit ginjal, dan bahkan gagal jantung.

Selain itu, Anda juga perlu mewaspadai konsumsi garam yang berlebih akibat pola makan yang terlalu banyak mengonsumsi makanan instan atau makanan cepat saji. Hal ini dikarenakan dalam makanan instan atau makanan cepat saji tersebut biasanya mengandung jumlah garam yang cukup tinggi yang berfungsi untuk menjaga ketahanan produk tersebut supaya tahan lama. Contoh dari makanan instan atau makanan cepat saji ini adalah mie instan, olahan daging kalengan, dan makanan dari restoran cepat saji.

Siapa yang tidak suka mie instan? Bisa jadi Anda adalah salah satu penggemar produk olahan mie ini. Mie instan memiliki kandungan garam atau natrium yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara 800-1500 miligram natrium per bungkusnya. Jumlah yang sangat tinggi apabila dibandingkan dengan batas maksimal natrium sebesar 2000 miligram per harinya, bukan?

Selain mie instan, daging yang dikemas dalam kemasan kaleng atau yang populer dengan nama kornet juga memiliki kandungan garam yang tinggi. Dalam setiap 100 gram kornet, kandungan garam yang ada di dalamnya berkisar 1200 – 1400 miligram natrium. 

3. Batasan masalah kesehatan Konsumsi Lemak

Anda penyuka gorengan seperti mendoan, bakwan, atau pisang goreng? Atau makanan olahan hewani yang berlemak seperti jeroan sapi? Jika iya, Anda perlu waspada karena makanan favorit Anda tersebut memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Anjuran konsumsi lemak yang disarankan per harinya adalah sebanyak 20-25% dari total energi yang Anda butuhkan (2000 kkal). Jumlah tersebut berarti sekitar 700 kkal yang setara dengan 67 gram atau sama dengan 5 (lima) sendok makan lemak per harinya.

Apakah Anda sudah yakin tidak mengkonsumsi lemak tidak melebihi jumlah batas anjuran? Konsumsi lemak yang berlebihan dalam jangka waktu terus menerus dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Salah satunya adalah menyebabkan naiknya kadar LDL pada tubuh Anda sehingga menyebabkan kolesterol.

Di kemudian hari, bukan tidak mungkin akan menimbulkan sempitnya pembuluh darah yang memicu serangan jantung atau stroke. Namun demikian, ada juga tidak disarankan untuk menghindari asupan lemak sama sekali. Tubuh tetap membutuhkan asupan lemak untuk bisa bekerja dengan optimal.

Baca Juga: Rekomendasi Olahraga yang Bisa Anda Lakukan saat Kondisi Pandemi

Konsumsi lemak yang kurang juga akan menimbulkan masalah kesehatan lain, diantaranya adalah menimbulkan gangguan terhadap pertumbuhan dan gangguan imun dalam upayanya untuk menangkal penyakit. Jadi, Anda harus benar-benar bijak mengontrol asupan lemak dalam makanan sehari-hari agar tidak mengonsumsi terlalu berlebih maupun kekurangan.

Jadi, ingat batas anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak per harinya, ya. Memang akan terasa sulit untuk memulainya, namun banyak manfaat yang akan Anda rasakan di kemudian hari. Jaga selalu kesehatan Anda, jangan sampai nikmatnya mencicipi berbagai macam kuliner justru menimbulkan akibat buruk dengan munculnya berbagai penyakit pada diri Anda di kemudian hari. Salam sehat selalu.