Bulan Ramadhan adalah momen spesial bagi umat muslim yang merayakan. Bulan ini sangat dinanti oleh umat muslim di Indonesia maupun dunia. Namun kesehatan mental, ada satu momen yang paling diingat di bulan Ramadhan, yaitu saat umat muslim menjalankan ibadah puasa. 

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa

Mereka menjalankan puasa selama satu bulan penuh. Selain itu, di bulan yang suci ini, segala kebaikan dilakukan dan disebarkan ke sesama makhluk hidup lainya. Tujuanya adalah selain mendapatkan pahala, menebar kebaikan adalah salah satu upaya untuk membiasakan diri untuk peduli dengan lingkungan sekitar kita.

Selain untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadhan, berpuasa juga memiliki beberapa efek positif bagi mereka yang menjalankanya. Seperti yang telah kita ketahui, metode puasa banyak dilakukan oleh orang di dunia selain umat muslim, hal ini diketahui karena saat berpuasa, tubuh akan merasakan beberapa manfaat. Manfaat-manfaat itu dapat berupa untuk kesehatan, kecantikan, bahkan kesehatan mental. 

Dalam bidang kesehatan, manfaat berpuasa dapat berupa menurunkan berat badan dan juga mengatur kadar gula dalam tubuh. Sementara manfaat puasa dalam bidang kecantikan yaitu meningkatkan kecerahan kulit, membantu meredakan peradangan, membantu mencegah terjadinya alergi dan eksim. 

Kali ini, artikel ini akan mengulas tentang manfaat puasa bagi kesehatan mental yang sepertinya tidak sepopuler manfaat puasa bagi kesehatan dan kecantikan. Manfaat-manfaat ini dapat menjadi beberapa referensi untuk anda yang sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah seperti sakit kepala, suasana hati yang buruk, dan pikiran-pikiran negatif yang tak kunjung menghilang.

Berikut Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Mental:

1. Meningkatkan Rasa Simpati Antar Sesama Manusia

Meningkatkan Rasa Simpati Antar Sesama - Kesehatan Mental

Rasa simpati merupakan perasaan dimana kita peduli dan sadar terhadap orang lain di sekitar kita, sehingga orang-orang tersebut merasa lebih baik atau bahagia. Manfaat puasa bagi kesehatan mental yang pertama berkaitan dengan kegiatan pada saat menjalankan ibadah puasa yang meningkatkan rasa simpati. 

Saat berpuasa, umat beragama islam dilarang untuk makan ataupun minum hingga waktu berbuka ataupun sahur. Dalam proses menjalankan puasa ini, seseorang harus menahan ego rasa lapar dan haus mereka. Hal ini mengajarkan kita untuk memiliki rasa peduli terhadap sesama, menyadari bahwa masih banyak orang di sekitar kita yang mendapatkan kesulitan hanya untuk makan. Dengan cara ini, rasa simpati, dan rasa ingin berbagi seseorang akan meningkat antar sesama manusia lainya. 

2. Mengubah Kebiasaan Buruk Seseorang

Mengubah Kebiasaan Buruk Seseorang - Kesehatan Mental

Manfaat puasa bagi kesehatan mental selanjutnya adalah mengubah kebiasaan buruk seseorang menjadi lebih baik. Saat menjalankan ibadah puasa, seseorang harus dapat menghilangkan kebiasaan buruk yang biasa ia lakukan di hari-hari sebelum bulan Ramadhan. 

Hal ini merupakan suatu wujud kontrol diri dari hal-hal yang dilarang, karena pada kenyataanya masih banyak orang yang melakukan kegiatan yang dianggap merugikan dirinya sendiri dan orang lain seperti contohnya merokok dan meminum minuman beralkohol. Namun saat menjalankan puasa, seseorang harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan kebiasaan tersebut. 

Jika hal ini berhasil dilakukan, maka akan menjadi kebiasaan yang baik untuk mereka, karena saat seseorang melakukan hal-hal yang memang sesuai jalur, maka beban pikiran akan berkurang. Tentunya hal ini sangat berpengaruh baik untuk kesehatan mental mereka.

3. Membuat Baik Suasana Hati

Membuat Baik Suasana Hati - Kesehatan Mental

Kesehatan mental dari diri seseorang bergantung pada banyak hal. Salah satu hal yang berpengaruh pada keadaan mental seseorang adalah suasana hati. Saat suasana hati seseorang berada pada keadaan buruk, tentu hal ini artinya ada sesuatu yang mengganjal di pikiran orang tersebut. Begitu juga sebaliknya. Seseorang yang memiliki suasana hati baik, maka ia akan merasakan ketenangan pikiran.

Di bulan puasa, umat islam akan berlomba-lomba untuk menyebarkan kebaikan. Secara tidak langsung, saat kebaikan berada di sekitar kita, saat kita melihat semua orang membantu satu sama lain, maka saat itulah suasana hati menjadi lebih baik. Manfaat puasa bagi kesehatan mental ini akan lebih dirasa jika kita ikut melakukan dan menyebarkan kegiatan baik dalam bentuk apapun.

4. Mencegah Terjadinya Sakit Kepala dan Migrain

Migrain - Kesehatan Mental

Manfaat puasa bagi kesehatan mental selanjutnya adalah mencegah munculnya sakit kepala dan migrain. Munculnya sakit kepala atau migrain bisa jadi salah satu pertanda dari tidak sehatnya tubuh ataupun pikiran anda. hal itu merupakan sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak terawat dengan baik dalam diri anda. 

Seseorang yang merasa memiliki gangguan pada pikiranya, setidaknya pernah mengalami sakit kepala dan migrain ini. Entah hal itu dalam rasio yang ringan atau berat sekalipun. Namun, ternyata tubuh memiliki ‘obat’ sakit kepala atau migrain nya sendiri. Sebuah hormon bernama serotonin adalah obatnya. 

Hormon serotonin dapat dikatakan sebagai hormon yang mengelola suasana hati dan pikiran. Kadar hormon inilah yang menentukan seberapa bahagianya suasana hati dan pikiran anda. Kabar baiknya adalah, kita dapat memicu hormone ini agar diproduksi oleh tubuh. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi makanan favorite kita. Nah, dalam berpuasa, anda dapat menerapkan cara ini pada saat berbuka atau saat sahur untuk meningkatkan serotonin dalam diri sehingga terhindar sakit kepala atau migrain.

Selain itu, hormon serotonin ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan suasana hati saja, tetap ia juga berfungsi sebagai neurotransmitter yang memiliki tugas untuk mengantarkan sinyal antar jaringan saraf. Pada fungsi ini, hormone serotonin membantu proses pembekuan darah, pembentukan tulang dan fungsi seksual.

5. Menimbulkan Perasaan Tenang

Perasaan Tenang - Kesehatan Mental

Selain hormone serotonin, ada juga hormone endorphin yang fungsinya serupa dengan serotonin. Hormone endorphin adalah nama hormone tersebut. Hormone ini merupakan zat kimia yang dihasilkan secara alami oleh tubuh, khususnya diproduksi dalam darah yang berfungsi untuk memberikan rasa nyaman dan tenang dalam diri. 

Biasanya, rasa nyaman dan tenang akan muncul saat kita telah melakukan apapun yang seharusnya kita lakukan. Seperti contohnya saat berpuasa di bulan Ramadhan, ibadah adalah hal wajib. Saat kita telah melakukan ibadah penuh, maka kewajiban tersebut telah terpenuhi. 

Pikiran pun menjadi tenang tanpa beban, sehingga manfaat puasa bagi kesehatan mental pun dapat anda rasakan. Perlu diketahui, hormone endorphin dalam diri kita tidak hanya digunakan untuk memunculkan rasa tenang saja, tetapi endorphin juga baik untuk mengatasi rasa sakit. Untuk memicu munculnya hormone ini, anda dapat mengkonsumsi beberapa makanan seperti coklat manis. 

6. Meningkatkan Pikiran-Pikiran Positif 

Ibadah Sholat - Kesehatan Mental

Manfaat puasa bagi kesehatan mental berikutnya adalah seseorang yang menjalankan puasa akan cenderung lebih mendekatkan diri pada tuhan. Ia akan melakukan semua kewajiban yang seharusnya ia lakukan, entah itu beribadah ataupun berbuat baik pada sesama.

Adapun efek-efek positif yang ditimbulkan dari hal ini, salah satunya adalah pikiran-pikiran positif akan bermunculan di pikiran anda. Hal ini menjadi fakta yang nyata karena ketika seseorang merasakan linglung, kalut, dan bingung mereka akan mengalami kesulitan untuk berpikir secara jernih. 

Namun, mereka pun berada pada kondisi dimana kebingungan mulai hilang dari pikiran mereka saat berdoa atau ibadah selesai dilakukan. Beberapa orang hanya tidak sadar mereka harus mendekatkan diri kepada yang kuasa.

7. Meningkatkan Daya Ingat atau Memori

Meningkatkan Daya Ingat - Kesehatan Mental

Manfaat puasa bagi kesehatan mental berikutnya adalah saat berpuasa, daya ingat atau memori otak akan meningkat. Sebuah riset yang tertera pada jurnal bernama Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics membuktikan bahwa seseorang membatasi jam makan, maka akan ada peningkatan signifikan dari daya ingat orang tersebut. 

Dalam riset ini, beberapa orang melakukan intermittent fasting selama 4 minggu dan didapatkan hasil berupa memori kerja meningkat. Intermittent fasting dan puasa yang dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadhan sama-sama menerapkan batas jam makan, maka dapat disimpulkan akan menghasilkan efek positif yang sama, yaitu meningkatkan daya ingat seseorang.

8. Meningkatkan Rasa Waspada Seseorang

Meningkatkan Rasa Waspada - Kesehatan Mental

Manfaat puasa bagi kesehatan mental yang terakhir adalah meningkatkan kewaspadaan seseorang. Ketahuilah bahwa saat sedang tidak berpuasa, makanan yang kita konsumsi banyak mengandung glukosa. Jika terlalu banyak glukosa tertimbun dalam tubuh, efek yang timbul adalah rasa lesu dan mengantuk. 

Baca Juga: Bolehkah Puasa Saat Radang Tenggorokan? Ini Dia Penjelasannya!

Hal sebaliknya akan terjadi saat kita melakukan puasa, karena porsi makanan yang masuk ke dalam tubuh berbatas, keadaan ini akan membuat kita menjadi lebih waspada karena tingkat glukosa dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan.