Penyalahgunaan narkotika sudah sangat meluas dan hal tersebut merupakan masalah yang sangat besar bagi bangsa karena dapat merusak mental dan kesehatan para generasi muda. Penggunaannya ada yang disengaja dan juga tidak disengaja karena hanya ketidaktahuan jenis narkotika dan akhirnya sang pengguna mengalami kecanduan berat.

Baca Juga: Mengenal Senam Jantung Sehat dan Manfaatnya

Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Oleh sebab itu, masyarakat awam perlu tahu jenis narkotika apa saja yang ada di muka bumi ini. Hal ini bertujuan agar mereka tidak menyalahgunakan obat tersebut kembali karena telah mengetahui ciri-ciri dan dampak negatifnya.

Jenis-jenis Narkotika dan Ciri-cirinya

Narkotika mempunyai jenis yang sangat beragam. Bentuknya pun beragam dan masing-masing akan menimbulkan efek kecanduan yang berbeda-beda pada penggunanya. Sebenarnya, masing-masing jenis tersebut mempunyai fungsinya masing-masing dalam dunia medis. Akan tetapi, karena ketidaktahuan dari masyarakat, pada akhirnya banyak yang menggunakannya untuk foya-foya dan sebagai penenang. 

Hal ini sangat dilarang karena bisa merusak organ-organ tubuh yang ada. Inilah beberapa jenis narkotika yang harus dipahami:

1. Ganja

Ganja - Jenis Narkotika

Ganja merupakan jenis narkotika yang paling populer di Indonesia. Hal ini berbentuk daun yang mana penggunaannya bisa dilakukan dengan cara dihisap, dimasukkan bersama rokok, dan juga diseduh layaknya teh. Di kalangan masyarakat, Ganja juga terkenal dengan nama cimeng. Sebenarnya, ganja bisa digunakan sebagai sarana terapi tambahan untuk beberapa penyakit dengan penggunaan dosis yang seimbang. Akan tetapi, di Indonesia hal ini sudah terlanjur disalahgunakan penggunaannya sehingga dampak negatifnya akan lebih besar.

Jenis narkotika di dalam Ganja bahan kimia psikoaktif yang bekerja pada otak dan akan menimbulkan menyebabkan perubahan pada sensasi tubuh, perasaan, gerakan, pemikiran, dan ingatan. Perubahan ini membuat penggunanya merasa senang sesaat dan sensasinya sering disebut dengan “high”. Bahan psikoaktif ini juga bisa membuat efek ketagihan dan berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan karena dapat menimbulkan:

  • Pernapasan akan terasa sesak
  • Pola pikir yang semakin tidak karuan
  • Gerakan-gerakan yang dilakukan manusia semakin tidak terkendali

2. Ekstasi

Ekstasi - Jenis Narkotika

Selain ganja, ekstasi juga merupakan jenis narkotika lain yang sering disalahgunakan oleh pemakai.  Obet ini sebenarnya adalah turunan dari amfetamin yang mempunyai dampak halusinasi tinggi jika dengan penggunaan dosis yang besar. Pemakai juga akan mengalami ketergantungan yang berkepanjangan jika menggunakan ekstasi. 

Dengan mengonsumsi ekstasi, biasanya pemakai akan mendapatkan kepuasan pada gairah seksual, meningkatkan suasana hati, meningkatkan nafsu makan, dan lain sebagainya. Ketika efek positif yang ditimbulkan berakhir karena reaksi obat habis, maka akan timbul berbagai macam dampak negatif layaknya kebingungan, depresi, kecemasan, dan gangguan tidur, sehingga membuat penggunanya membutuhkan dosis tambahan. 

Di samping itu, penggunaan ekstasi juga akan menyebabkan denyut jantung meningkat, tekanan darah besar, mual, otot tegang, dan penglihatan kabur. Efek penyalahgunaan ekstasi yang berlebihan bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, seperti hipertermi, gangguan kerja jantung dan pembuluh darah, gangguan mental, perilaku impulsif yang berbahaya, dan overdosis.

3. Heroin

Heroin - Jenis Narkotika

Jenis narkotika yang rawan disalahgunakan berikutnya adalah heroin. Heroin atau putaw adalah jenis narkoba adiktif yang berasal dari bunga opium poppy. Beberapa obat yang segolongan dengan heroin dapat dimanfaatkan sebagai pereda nyeri di beberapa kasus medis. Akan tetapi, obat ini banyak dijual secara ilegal sehingga masyarakat bebas untuk membelinya dan menggunakannya untuk disalahgunakan demi kesenangan semata.

Bentuk dari heroin adalah berupa bubuk yang biasanya berwarna putih atau cokelat. Cara menggunakannya adalah dengan dihisap, dihirup, dan juga disuntikkan ke dalam tubuh dalam bentuk bubuk yang sudah diseduh menjadi cairan. Sesudah mengkonsumsinya, pemakai akan cepat merasa senang dan tenang. Akan tetapi, jika sudah lepas dari obat ini, maka pemakai akan merasa:

  • Mulut Kering
  • Mengalami masalah pada pernapasan
  • Kulit terlihat kemerahan
  • Mual
  • Penglihatan terasa kabur

4. Kokain

Kokain - Jenis Narkotika

Kokain atau coke termasuk dalam jenis narkotika yang sangat adiktif dan bisa mempengaruhi sistem saraf pusat. Obat yang terbuat dari ekstrak daun tanaman koka ini berbentuk bubuk atau kristal putih halus dan bisa digunakan dengan cara disuntik, dihisap, atau dihirup. Banyak sekali kokain yang diperjualbelikan secara ilegal sehingga siapa saja bisa mendapatkannya dengan mudah.

Walaupun bisa dimanfaatkan dalam beberapa prosedur medis, kokain bisa disalahgunakan untuk tujuan rekreasional dapat memicu otak melepaskan dopamin dan menciptakan rasa gembira untuk sesaat. Namun, jika si pemakai sudah tidak lama mengkonsumsi kokain, maka mereka akan mengalami sakau yang sangat sakit dan wajib untuk menelan kokain kembali untuk menyembuhkan rasa sakit dari sakau tersebut.

5. Sabu-sabu

Sabu - Jenis Narkotika

Jenis narkotika selanjutnya yang juga populer di Indonesia adalah sabu-sabu atau methamphetamine. Hal ini merupakan zat adiktif yang termasuk dalam stimulan terhadap saraf pusat manusia. Obat ini sering disalahgunakan di Indonesia sebagai obat terlarang yang mana dosis penggunaannya melebihi batas yang dianjurkan oleh pihak medis. Sabu-sabu berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau, dan terasa pahit. Biasanya, cara penggunaan sabu-sabu tersebut adalah dengan cara ditelan, disuntikkan, dan juga dihisap.

Penyalahgunaan penggunaan sabu-sabu tersebut dapat menimbulkan berbagai macam efek negatif seperti halnya berikut ini:

  • Jantung akan berdetak lebih cepat
  • Nafsu makan turun
  • Kulit terlihat kusam
  • Mudah mengantuk
  • Tekanan darah tinggi
  • Mulut akan terasa selalu kering
  • Gigi mudah keropos dan terlihat bernoda

6. Bath Salt

Bath Salt - Jenis Narkotika

Mungkin nama ini masih tergolong asing di telinga pembaca. Akan tetapi, Bath Salt merupakan salah satu jenis narkotika yang merupakan zat adiktif. Menyalahgunakannya dapat menimbulkan banyak efek samping negatif yang bisa merusak tubuh si pemakai. Bath salt mengandung stimulan buatan yang disebut cathinones, yang mirip dengan amfetamin. Stimulan ini meningkatkan kadar dopamin, yaitu zat kimia pada otak yang dapat menciptakan perasaan euforia.

Efek samping yang akan ditimbulkan oleh tubuh pemakai Bath Salt adalah hampir sama dengan pemakai kokain yakni:

  • Halusinasi
  • Penglihatan kabur
  • Jantung akan berdebar lebih kencang
  • Tekanan darah tinggi
  • Kenaikan suhu tubuh
  • Ginjal mengalami kegagalan fungsinya

7. Flakka

Flakka - Jenis Narkotika

Macam-macam narkotika yang keempat adalah flakka. Narkotika ini mirip dengan bath salt. Narkoba ini berbentuk kristal berwarna pucat yang dimakan, dihirup, disuntikkan, atau diuapkan oleh pengguna menggunakan perangkat rokok elektrik. Menggunakan flakka secara berlebihan dapat merusak pikiran maupun kondisi badan manusia. 

Flakka juga disebut sebagai kerikil, karena tampilannya. Seperti bath salt, flakka juga mengandung katinon sintetis. Narkoba ini memiliki efek seperti stimulan, tetapi dapat menyebabkan paranoid, halusinasi, dan dapat menyebabkan kekerasan atau melukai diri sendiri. Ini dikaitkan dengan kematian karena serangan jantung, bunuh diri dan kerusakan ginjal atau gagal ginjal.

8. Krokodil

Krokodil - Jenis Narkotika

Nama narkotika yang satu ini mirip dengan nama buaya dalam Bahasa Inggris. Hal tersebut benar memang, penamaan krokodil diberikan karena bentuk dari narkotikanya hampir mirip seperti halnya binatang buaya. Narkoba ini adalah bentuk morfin buatan manusia yang 10 kali lebih kuat. Krokodil adalah kombinasi dari beberapa bahan kimia berbahaya termasuk kodein, yodium, bensin, pengencer cat, cairan korek api, dan lainnya.

Krokodil adalah jenis obat opioid. Pengguna akan menyuntikkannya ke dalam aliran darah, dan efek dari obat ini akan berlangsung cepat dan singkat. Seiring waktu, narkoba ini akan merusak pembuluh darah dan menyebabkan kulit menjadi hijau dan bersisik. Kerusakan jaringan dapat menyebabkan gangren dan mengakibatkan amputasi atau kematian.

9. LSD

LSD - Jenis Narkotika

LSD merupakan jenis narkotika yang sudah sangat populer sejak tahun 1960-an dan keberadaannya masih eksis hingga kini. LSD terbuat dari asam yang ditemukan di jamur yang tumbuh di gandum hitam dan biji-bijian lainnya.

Nama lain dari LSD ini adalah Acid, Blotter, Doses, Hits, Microdots, Sugar Cubes, Trips, Tabs, dan Window Panes. LSD merupakan jenis obat halusinogen. Obat ini akan menyebabkan seseorang melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang tampak nyata, padahal sebenarnya tidak. Halusinasi ini bisa berlangsung selama 12 jam.

Baca Juga: Ragam Faktor Penyebab Diabetes yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Demikianlah pembahasan yang dapat disampaikan tentang jenis narkotika di dalam artikel edisi kali ini. Semoga hal tersebut memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang masih awam terhadap jenis-jenisnya. Harapannya, setelah paham terhadap jenis dan ciri-ciri narkotika, masyarakat bisa membedakannya dan tidak menggunakannya lagi sebagai obat terlarang di luar keperluan medis.