Semua ibu hamil diperbolehkan berpuasa asalkan memiliki kondisi kehamilan yang baik dan yang menentukan kondisi tersebut adalah dokter. Anda perlu untuk terus berkomunikasi dengan dokter setiap kali akan menjalankan puasa ketika hamil, terutama saat sudah hamil tua. Asalkan dijalankan dengan selalu makan sahur dan berbuka gizi lengkap, maka puasa bisa mendatangkan banyak manfaat.

Baca Juga: Bolehkah Mencicipi Makanan Saat Puasa? 8 Pemahaman yang Perlu Diketahui

Beberapa Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil Tua Dapat Kamu ketahui Berikut Ini:

1. Menghindari terjadinya kegemukan

Menghindari Kegemukan - Ibu Hamil

Saat seorang ibu hamil tua, biasanya memiliki kecenderungan ingin makan dalam porsi yang banyak. Alasan yang sering digunakan adalah memberikan makan terhadap dua orang yakni diri sendiri dan anak yang dikandungnya. Hal ini dapat berakhir pada kegemukan alias obesitas. 

Padahal kondisi obesitas tidak baik juga, terutama ketika akan menjalani persalinan. Puasa dapat membantu menjaga berat badan tubuh juga pernah dibahas pada artikel kesehatan dari Harvard. Ada beberapa hal yang harus dilakukan bila seorang ibu hamil tua ingin berpuasa dan Anda perlu lihat di bawah ini.

2. Tetap Harus Konsultasi dengan Dokter

Konsultasi dengan Dokter - Ibu Hamil

Bagaimanapun konsep obesitas adalah memasukkan kalori dalam jumlah berlebih dari yang diperlukan tubuh. Padahal yang diperlukan janin bukan hanya berupa karbohidrat saja, melainkan ada gizi lainnya yang juga diperlukan tubuh. 

Maka dari itu, usahakan untuk selalu konsultasi dengan dokter. Bila dokter mengatakan bahwa Anda boleh puasa, biasanya akan disertai dengan penjelasan mengenai apa saja yang harus dikonsumsi selama kehamilan. 

3. Tetap Makan Gizi Seimbang

Makanan Gizi Seimbang - Ibu Hamil

Pahamilah bahwa obesitas terjadi akibat seorang ibu yang sedang hamil makan karbohidrat dalam jumlah tinggi. Mungkin kamu bisa mencoba untuk konsumsi makanan gizi seimbang seperti yang dijelaskan dokter. 

Kamu bisa saja mulai mengurangi porsi makan yang mengandung karbohidrat dan menggantinya dengan makanan lain yang kandungan kalorinya lebih sedikit, tinggi protein, dan serat. Ingat bahwa gizi seimbang akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin yang ada di dalam kandungan.

4. Minum Air Putih dan Jumlah Cukup

Perbanyak Minum Air Putih - Ibu Hamil

Pada saat sahur dan berbuka, hendaknya setiap ibu perlu untuk mengetahui bahwa asupan jumlah air dalam tubuh harus tetap terpenuhi. Air putih ini dalam tubuh manusia punya banyak fungsi, seperti mencuci darah supaya bisa terbebas dari racun. Adapun manfaat air minum bagi ibu hamil adalah untuk membantu proses pembentukan air ketuban.

5. Membantu Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga Kesehatan Mental - Ibu Hamil

Setiap ibu hamil mengalami ketidakseimbang hormone di dalam tubuhnya. Ketidakseimbangan hormone tersebut memicu sang ibu lebih cepat emosional. Tidak jarang mereka akan jadi lebih mudah menangis dan marah-marah. Dengan berpuasa mereka akan berusaha untuk lebih mengendalikan diri dan tidak mudah marah. 

Pengontrolan emosi yang baik bisa membantu janin tumbuh dengan lebih baik. Apalagi janin di usia kehamilan tua sudah dapat merasakan emosi ibu. Jika sang ibu lebih sering happy, maka kondisi kesehatan tubuh dan mental janin juga akan baik.

6. Puasa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Kesehatan Jantung Ibu Hamil

Pola makan masyarakat sekarang banyak yang kurang baik. Hal ini tidak boleh dibiarkan ketika seseorang sedang hamil. Penting untuk selalu menjaga asupan yang dimakan memiliki kadar kolesterol rendah. Kolesterol yang berlebihan bisa menyumbat saluran peredaran darah ataupun jantung. Salah satu cara untuk membantu tubuh dalam mengelola kolesterol jahat adalah dengan berpuasa. Meskipun sedang bulan Ramadhan, maka tidak ada salahnya kamu untuk melakukan puasa. 

Hal ini disebabkan oleh pada dasarnya tubuh tetap memerlukan kolesterol tapi dalam jumlah yang sedikit. Dengan berpuasa, maka tubuh akan terpaksa menggunakan kolesterol yang ada di dalam tubuh, sementara jumlahnya tidak bertambah berkat pengurangan asupan berkolesterol. Nah, kalau Anda sudah berpuasa jangan sampai kembali lagi ke kebiasaan suka makan yang berkolesterol tinggi. Hindari sering makan daging sapi dan lain-lain. Sebagai gantinya cobalah untuk makan ikan lebih sering, terutama ikan air tawar.

7. Membantu Memulihkan Fungsi Ginjal

Memulihkan Fungsi Ginjal Ibu Hamil

Setiap kali berbuka puasa, seorang ibu hamil tua harus selalu memenuhi asupan air putihnya. Kemudian ketika berpuasa, kedua kebiasaan tadi akan langsung membantu ginjal menjadi semakin sehat. Manfaat puasa bagi ibu hamil tua ini sudah ada hasil studinya. Hasil studi tadi membuktikan bahwa setidaknya saat berpuasa bisa menurunkan kekuatan osmosis air dan menekan sampai ke angka 1000 – 12.000 osmosis/ kg air. 

Kadar tersebut akan sangat membantu ginjal membersihkan diri dan sedikit beristirahat. Ketika sudah berbuka puasa, maka ginjal akan dapat berfungsi dengan lebih efisien. Siapapun pasti menginginkan ginjal yang dapat menyaring racun di darah dengan lebih efisien bukan. Semua ibu hamil tua sekalipun perlu mengetahui manfaat puasa bagi ibu hamil tua.

8. Membantu Detoksifikasi Racun dalam Tubuh

Membantu Detoksifikasi Racun dalam Tubuh Ibu Hamil

Setiap makanan yang kita konsumsi pasti mengandung racun. Tidak peduli makanan instan maupun yang diolah secara manual dari bahan-bahan yang alami, semua tetap mengandung racun dalam jumlah sedikit. Apabila tidak dibersihkan dengan baik, maka racun tadi dapat terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan sejumlah kerusakan yang tidak baik bagi tubuh. 

Meskipun tubuh punya mekanisme pembersihan racun pada ginjal, tetapi manfaat puasa bagi ibu hamil tua berupa detoksifikasi ini sangat nyata. Ibu hamil bisa merasakan tubuhnya menjadi lebih fit dengan melakukan puasa. Ini juga sangat berpengaruh bagi kesehatan janin, karena racun pada tubuh sang ibu tidak harus sampai menular ke anaknya. 

9. Dapat Memacu Kreativitas Seseorang

Kreativitas Seseorang Ibu Hamil

Apakah kamu pernah merasa dapat berpikir dengan lebih jernih saat lapar? Meskipun kamu akan mengira tidak, tetapi studi sudah membuktikan hal yang sebaliknya. Tubuh akan terpacu menjadi lebih kreatif dan kewaspadaan mental seseorang juga akan meningkat. Tidak jarang juga puasa bisa membantu seseorang mampu mengerjakan tugas yang ada kaitannya dengan berpikir jadi lebih cepat.

Apalagi kalau seorang ibu hamil biasanya akan melakukan banyak kegiatan positif selama masa kehamilan, seperti menulis dan menyulam. Bisa menjadi keunggulan tersendiri jika sang ibu juga membeli dan membuatkan makanan berbuka puasa. Manfaat puasa bagi ibu hamil tua yang satu ini bisa membantu lebih produktif di bulan Ramadhan bagi ibu hamil.

10. Tidak Berhubungan dengan Kelahiran Bayi Prematur

Tidak Berhubungan dengan Kelahiran Bayi Prematur

Apabila seorang ibu tidak memiliki masalah kekurangan berat badan pada janinnya dan memenuhi kondisi kesehatan lainnya sesuai anjuran dokter, biasanya seorang ibu akan diperbolehkan berpuasa. Puasa sudah terbukti tidak ada hubungannya dengan bayi lahir prematur. Studi tersebut sudah dibuktikan di Lebanon yang dimasukkan dalam BLOG yang mana sebuah jurnal internasional tentang Obstetrics dan Gynecology.

Anak tidak akan sampai kekurangan gizi jika memang kondisi awal anak sudah punya berat yang ideal dalam rahim. Kemudian anak juga tidak akan sampai kekurangan gizi dan lahir prematur jika memang sang ibu memenuhi kebutuhan gizi kecukupan untuk janin ketika sahur dan buka puasa. Berdasarkan studi tersebut Dr Nassar Dan dan rekannya menyatakan bahwa hasil persalinan bayi dari ibu yang berpuasa biasanya 3 kg. 

Baca Juga: 7 Cara Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Sedangkan dari ibu yang tidak berpuasa adalah seberat 3,2 kg. Pengurangan berat badan tersebut terjadi tidak signifikan. Justru dengan berpuasa sang ibu dapat menurunkan potensi terjadinya bayi lahir obesitas. Bagi seorang ibu yang sudah obesitas, biasanya dianjurkan untuk berpuasa demi bisa mendapatkan manfaat puasa bagi ibu hamil tua yang satu ini. Jadi tidak ada lagi mitos yang bisa dipercayai bahwa puasa dapat menyebabkan kelahiran prematur pada bayi-bayi.