Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit yang menyerang sistem kardiovaskular dan termasuk jarang ditemukan di Indonesia. Adapun jumlah penderita penyakit jantung bawaan di Indonesia kurang dari 150.000 kasus per tahun. Meskipun termasuk penyakit yang jarang terjadi, penyakit jantung bawaan ini merupakan yang paling umum menyebabkan cacat lahir pada bayi.

Baca Juga: Buah Untuk Penderita Diabetes, Berikut 7 Buah-buahan Dan Daftarnya

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan - Penyakit Jantung

Penyakit jantung bawaan (PJB) atau sering juga disebut dengan Congenital Heart Disease merupakan kelainan pada jantung yang terjadi sejak lahir di mana pada jantung terjadi gangguan dalam proses selama pembentukan dan perkembangan di dalam kandungan. Ketidaksempurnaan ini menyebabkan abnormalitas pada struktur serta fungsi jantung.

Pada penderita penyakit jantung bawaan, terjadi gangguan pada aliran darah yang terdapat di dalam ruang jantung, sehingga jumlah darah yang dipompa tidak mencukupi kebutuhan tubuhnya. Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan yang paling umum adalah terjadi gangguan pada katup, pembuluh darah dari/ke jantung, septum serta ruang jantung.

Faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung bawaan seperti adanya Riwayat keluarga yang pernah mengalami PJB ataupun kelainan genetik lain misalnya Down Syndrome, ibu menderita diabetes yang tidak terkontrol, konsumsi rokok dan alkohol selama masa kehamilan, terinfeksi virus selama kehamilan terutama di trimester pertama seperti Rubella.

Faktor risiko lainnya adalah konsumsi obat-obatan rutin selama kehamilan seperti obat-obatan anti kejang serta golongan statin tanpa di bawah pengawasan dokter. Meskipun penyebab pasti dari PJB ini masih belum diketahui dengan jelas, adanya faktor risiko yang telah disebutkan tadi telah terbukti meningkatkan terjadinya kasus kelahiran bayi dengan PJB.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Terdapat beberapa jenis penyakit jantung bawaan, akan tetapi jenis-jenis penyakit jantung bawaan yang paling sering dijumpai antara lain :

1. PJB dengan Kelainan Katup

PJB dengan Kelainan Katup - Penyakit Jantung

Jenis penyakit jantung bawaan ini disebabkan karena tidak berfungsinya katup pada jantung karena tidak kuat atau lemah sebab katup jantung tersebut tertutup. Kelainan katup pada jantung ini juga dibagi menjadi beberapa jenis antara lain tricuspid atresia, kondisi ini menggambarkan tidak terbentuknya serambi kanan serta bilik kanan pada jantung.

Selain itu ada juga pulmonary atresia, kelainan yang disebabkan karena katup pada bilik kanan dan paru-paru terganggu. Akibatnya adalah darah menjadi sulit mengalir ke paru-paru. Selanjutnya adalah stenosis katup aorta, pada kondisi ini katup pada aorta serta bilik kiri menyempit dan tidak terbentuk dengan sempurna sebagaimana mestinya. Akibatnya, jantung akan mengalami kesulitan dalam memompa darah.

2. PJB dengan Kelainan Dinding Jantung

PJB dengan Kelainan Dinding Jantung - Penyakit Jantung

Pada jenis penyakit jantung bawaan dengan kelainan pada dinding jantung terjadi pada dinding pembatas atrium dan juga ventrikel sehingga pemompaan jantung tidak terjadi dengan sebagaimana mestinya, darah pun akan berkumpul pada bagian yang tidak semestinya.

Dua contoh dari jenis penyakit jantung bawaan dengan kelainan pada dinding jantung ini adalah defect septum pada atrium maupun ventrikel, di mana pada kondisi ini terdapat lubang pada dinding ventrikel maupun atrium jantung. Kemudian ada juga tetralogy of Fallot, pada pasien penderita PJB jenis ini terjadi empat kombinasi jenis PJB saat lahir.

3. PJB dengan Kelainan Pembuluh Darah

PJB dengan Kelainan Pembuluh Darah - Penyakit Jantung

Terakhir adalah penyakit jantung bawaan dengan kelainan pada pembuluh darah. Ini terjadi karena kelainan yang terdapat pada pembuluh darah baik arteri maupun vena dari atau ke jantung sehingga aliran darah dari atau menuju jantung menjadi terhambat akibat kelainan ini.

Beberapa jenis PJB dengan kelainan pembuluh darah adalah patent ductus arteriosus (PDA) di mana terdapat celah pada pembuluh darah aorta yang berfungsi untuk membawa darah dari jantung dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Ada pula transposisi arteri besar (TAB) yang mana terjadi posisi terbalik antara aorta dengan arteri pulmonal. Selanjutnya adalah truncus arteriosus dimana aorta dan arteri paru-paru tidak terpisah secara sempurna. Terakhir adalah koarktasio aorta, kondisi di mana terjadi penyempitan pada pembuluh darah aorta.

Gejala Pada Penyakit Jantung Bawaan

Gejala Pada Penyakit Jantung Bawaan - Penyakit Jantung

Penyakit jantung bawaan sudah bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Menggunakan USG, adanya kelainan pada jantung dapat terdeteksi dengan melihat detak jantung yang iramanya tidak beraturan (aritmia). Meskipun sudah terdeteksi sejak di dalam kandungan, bayi yang menderita penyakit jantung bawaan umumnya dapat bertahan hingga ia dilahirkan dan baru dapat diambil tindakan.

Adapun beberapa gejala yang tampak pada bayi dengan penyakit jantung bawaan antara lain pada bibir, kulit dan jari-jarinya terlihat semburat warna biru atau hitam; lahir dengan berat badan yang rendah; terlihat kelelahan dan sulit bernafas terutama pada saat menyusu; terjadi infeksi paru yang berulang; adanya pembengkakan di area sekitar mata, perut atau tungkai; sering berkeringat dan pertumbuhannya cenderung terhambat.

Pada ibu hamil, disarankan untuk melakukan hal-hal di bawah ini untuk mencegah terjadinya penyakit jantung bawaan pada bayi yang sedang dikandungnya :

  1. Mendapatkan vaksin rubella dan influenza apabila belum pernah diberikan sebelumnya
  2. Mengkonsumsi asam folat secara rutin terutama pada trimester awal kehamilan
  3. Bagi ibu yang menderita diabetes sebelum kehamilan, disarankan untuk mengontrol gula darah selama masa kehamilan
  4. Memeriksakan kandungan secara rutin pada dokter kandungan dan melakukan USG.

Penanganan yang akan dilakukan apabila bayi terlahir dengan kondisi memiliki penyakit jantung bawaan adalah dengan memberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi secara rutin, melakukan tindakan operasi jantung hingga transplantasi jantung apabila dibutuhkan.

Penyakit jantung bawaan ini harus segera mendapatkan penanganan setelah terdiagnosa, sebab apabila tidak ditangani dengan segera akan ada resiko berikutnya yaitu terjadinya komplikasi akibat PJB yang diderita oleh pasien. Beberapa komplikasi yang dapat timbul adalah aritmia atau detak jantung dengan irama yang tidak beraturan, gagal jantung, munculnya infeksi pada jantung, hipertensi pulmonal, terjadi infeksi pada saluran pernapasan seperti batuk atau pilek, serta terjadinya serangan stroke.

Selain pada bayi yang baru lahir penyakit jantung bawaan ini juga dapat terjadi pada anak-anak atau remaja dengan menunjukkan gejala seperti berikut :

  1. Aritmia jantung
  2. Mudah kelelahan dan mengalami pusing, terutama bila olahraga
  3. Nafas yang terengah-engah atau bahkan kesulitan bernafas
  4. Terjadi pembengkakan di bagian kaki, tangan dan bagian pergelangan kaki serta tangan
  5. Sianosis atau kulit yang tampak kebiruan
  6. Mudah pingsan atau sering tidak sadarkan diri

Sementara itu, beberapa pemeriksaan mungkin akan dilakukan sebelum seseorang terdiagnosa menderita penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan tersebut antara lain adalah dengan echocardiografi untuk melihat gelombang suara yang menggambarkan kondisi jantung, EKG untuk melihat dengan detail bagaimana aktivitas listrik pada jantung, kateterisasi pada jantung agar tekanan serta aliran darah pada jantung dapat terlihat serta dengan CT Scan, MRI atau rontgen untuk melihat struktur jantung.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata dengan Pola Hidup Baik Menurut Dokter Terbaik di Jakarta 

Demikian informasi terkait penyakit jantung bawaan yang dapat berguna bagi Anda. Selalu jaga kesehatan diri sendiri serta keluarga Anda dan langsung periksakan diri ke dokter apabila menemukan seseorang dengan gejala seperti di atas.