Tes kesehatan mata, sering kali kalimat itu terdengar di berbagai tempat dan kesempatan. Misalnya adalah ketika ada seseorang yang merasa penglihatannya mengalami gangguan. Dan bisa juga saat seseorang akan melakukan ujian masuk di sebuah sekolah atau melamar bekerja di sebuah instansi tertentu. Tes ini memang harus dilakukan karena kebutuhan, dan juga karena digunakan sebagai sebuah persyaratan .

Baca Juga: Ketahui dan Waspadai Penyakit Jantung Bawaan Sejak Dini

Melakukan tes untuk kesehatan mata sebaiknya memang dilakukan oleh semua orang. Tidak peduli orang itu apakah akan mendaftar di sebuah sekolah atau ingin melamar bekerja di sebuah perusahaan atau instansi. Karena sebenarnya tes ini diperlukan bukan hanya sebagai sebuah persyaratan saja akan tetapi lebih kepada manfaatnya untuk masing-masing orang yaitu untuk mengetahui kesehatan matanya.

Apa Arti Tes Kesehatan Mata

Tes kesehatan mata, apa sebenarnya maksudnya? Yang dimaksud disini adalah sebuah tes yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mata, serta gangguan atau kelainan yang mungkin terjadi atau dialami oleh mata. Tes ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja saat seseorang merasa perlu untuk melakukannya. Jadi di sini tidak ada keharusan atau syarat tertentu tentan siapa yang bisa melakukan tes tersebut.

Tes ini biasanya dilakukan ketika seseorang  mulai merasakan adanya gangguan atau perasaan tidak nyaman terhadap indera penglihatannya ini. Tes  dilakukan untuk mengetahui, apa yang terjadi dengan organ matanya. Apakah mungkin ada kelainan, atau ada gangguan dan mungkin juga kerusakan salah satu dari bagian organ tersebut. Dengan melakukan tes ini, diharapkan segera diketahui apabila terjadi suatu kelainan.

Fungsi Tes Kesehatan Mata

Apakah tes untuk mengetahui kesehatan mata ini perlu dilakukan? Tentu saja. Seperti diketahui, mata adalah organ yang sangat penting bagi manusia. Mata diibaratkan sebagai lampu atau jendela dunia. Mata memberikan cahaya, penerangan, dan dengan mata seseorang bisa menikmati dunia dengan segala isinya. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya apabila manusia tidak memiliki mata. Maka dunia akan menjadi gelap gulita.

Untuk itu, mengetahui kesehatan mata memang sangat perlu dilakukan. Yaitu dengan cara melakukan tes kesehatan pada mata. Dengan melakukan tes ini akan diketahui apakah ada gangguan, kelainan, dan mungkin juga kerusakan terhadap organ tersebut. Dengan melakukan tes ini, maka diharapkan akan segera diketahui gangguan, kelainan, dan juga kerusakan yang mungkin terjadi pada indera mata kita.

Melakukan Tes kesehatan mata sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini dimaksudkan, agar segera diketahui pula secara dini, apabila terjadi gangguan dan  kelainan pada mata. Dengan mengetahui secara dini, maka bisa segera dilakukan penanganan terhadap organ tersebut, sehingga gangguan dan kelainan yang terjadi tidak bertambah serius yang bisa menyebabkan kerusakan pada mata.

Tes untuk mengetahui kesehatan mata itu sendiri tidak bisa dilakukan sendiri atau di sembarang tempat. Untuk melakukan tes ini, seseorang bisa mendatangi dokter mata, atau klinik kesehatan yang memang melayani tes ini. Karena untuk melakukan tes kesehatan pada mata, membutuhkan alat dan prosedur tersendiri, yang hanya dimiliki dan bisa dilakukan oleh orang atau ahlinya, dalam hal ini adalah dokter mata.

Tes untuk kesehatan mata, sebaiknya dilakukan secara teratur. Terlebih hal ini harus dilakukan oleh seseorang yang rentan mengalami gangguan pada mata. Misalnya orang yang bekerja pada tempat atau lingkungan yang beresiko mengalami gangguan pada mata. Seperti seorang operator komputer, pelajar, atau pekerjaan lain yang membuat orang tersebut harus lama berada di depan layar komputer, laptop dan gadget.

Jenis Tes Kesehatan Mata

Dalam melakukan tes kesehatan mata, dokter atau yang melakukan tes akan melakukan beberapa tahapan tindakan. Hal ini dimaksudkan, untuk mengetahui secara pasti dan teliti, gangguan atau kelainan yang terjadi pada mata sehingga nantinya bisa dilakukan tindakan yang benar-benar tepat. Karena  mata merupakan organ yang memiliki anatomi rumit dan sangat sensitif sehingga harus hati-hati dalam menanganinya. 

1. Pemeriksaan fisik mata

Pemeriksaan fisik mata - Tes Kesehatan Mata

Pemeriksaan fisik mata adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap kondisi fisik mata. Pemeriksaan ini hanya meliputi kondisi fisik mata yang bisa dilihat dengan kasat mata. Dalam hal ini dokter hanya menggunakan alat bantu berupa senter yang disebut slit lamp untuk mengetahui kondisi mata. Misalnya untuk melihat kondisi bagian dalam kelopak mata, bagian kornea, pupil mata, lensa mata, serta cairan dalam bola mata.

2. Pemeriksaan gerak otot mata

Pemeriksaan gerak otot mata - Tes Kesehatan Mata

Tes kesehatan mata ini digunakan untuk mengetahui kepekaan dan gerakan otot mata. Cara yang dilakukan adalah dokter akan meminta pasien untuk menutup dan membuka kelopak mata dan meminta pasien untuk melihat gerakan jari yang dilakukan oleh dokter. Apabila mata bisa mengikuti gerakan jari atau objek lain dengan lancar maka kemungkinan besar gerak otot mata pasien dalam kondisi yang normal.

3. Tes ketajaman penglihatan

Tes Ketajaman Penglihatan - Tes Kesehatan Mata

Tes ketajaman penglihatan ini disebut juga dengan uji refraksi yaitu sebuah tes yang dilakukan untuk mengetahui tingkat ketajaman penglihatan sampai sejauh mana mata bisa melihat objek yang digunakan. Untuk melakukan tes ini biasanya akan menggunakan alat bantu yaitu kartu snellen yang merupakan sebuah kartu atau kain yang berisi tulisan angka dan huruf yang ditulis secara acak dan dalam berbagai ukuran. 

Pemeriksaan dilakukan dengan cara meminta pasien untuk menyebutkan huruf atau angka yang ada pada kartu snellen secara acak. Jarak antara kartu snellen dan pasien biasanya sekitar 6 meter. Tes kesehatan mata ini juga menggunakan alat bantu lensa untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan dalam membaca. Dengan tes ini akan diketahui gangguan yang dialami pasien, apakah mengalami rabun dekat, rabun jauh, atau mata silinder.

4. Tes buta warna

Tes Buta Warna - Tes Kesehatan Mata

Tes kesehatan mata ini dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami kelainan dalam membaca  atau mengidentifikasi warna. Tes dilakukan dengan meminta pasien untuk menyebutkan angka atau pola tertentu yang terdapat pada kartu berwarna khusus. Apabila pasien merasa kesulitan atau tidak bisa membaca angka atau pola yang ada, maka bisa disimpulkan pasien tersebut mengalami gangguan yang disebut dengan buta warna.

5. Tes tonometri

Tes tonometri - Tes Kesehatan Mata

Tes tonometri ini digunakan untuk mengetahui tekanan pada bola mata. Tes ini dilakukan apabila pasien mengalami keluhan seperti mata terasa sakit ketika digunakan untuk melihat dan biji bola mata seperti tertekan. Tes tonometri ini ada dua macam, yaitu tes aplanasi yang dilakukan dengan menggunakan obat, dan tes tonometri non kontak, tes dengan teknik tiup. Tes ini untuk mengetahui gangguan mata, misalnya adanya glaukoma.

Baca Juga: Buah Untuk Penderita Diabetes, Berikut 7 Buah-buahan Dan Daftarnya

Tes kesehatan mata, selain untuk kepentingan individu yaitu untuk mengetahui kesehatan mata sendiri-sendiri, tes ini biasanya juga dilakukan untuk pelajar yang akan mendaftar di sekolah kedinasan, atau mengikuti tes melamar pekerjaan di instansi tertentu. Apapun  itu, melakukan tes kesehatan tetap penting dilakukan, dan sebaiknya dilakukan secara rutin. Dengan demikian, kesehatan mata akan tetap terjaga.