Sakit kepala belakang adalah salah satu jenis sakit kepala yang umum dialami sebagian besar orang. Penyebab sakit kepala belakang ini beragam, demikian pula dengan gejalanya. Antara satu orang dengan yang lain, biasanya dapat mengalami gejala yang berbeda. Oleh sebab itu, cara penanganannya juga berbeda.

Baca Juga: Manfaat Asam Jawa Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Sakit kepala pada bagian belakang cukup mengganggu aktivitas. Selain kepala merasakan nyeri luar biasa, akibat dari sakit ini adalah  malas beraktivitas, nafsu makan berkurang dan mood pun ikut berubah. Untuk membantu mengatasinya, konsultasi ke dokter adalah pilihan terbaik agar dapat menentukan jenis pengobatan yang sesuai.

Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

Penyebab sakit kepala belakang tidak hanya satu jenis saja. Penyebabnya bisa dilihat dari jenis sakit kepala belakang yang dialami. Untuk mengetahui lebih detail tentang penyebabnya, simak ulasannya di bawah ini:

1. Sakit Kepala Exertional

Sakit Kepala Exertional - Penyebab Sakit Kepala

Sakit kepala exertional umumnya terjadi di bagian belakang kepala, tepatnya di belakang mata atau di seluruh bagian kepala. Rasa nyeri muncul biasanya hanya berlangsung selama 20 menit. Sakit kepala ini tidak menandakan adanya penyakit yang serius, tapi bisa jadi pertanda adanya gangguan pembuluh darah di otak. Penyebab penyakit ini antara lain:

  • Aktivitas fisik yang beragam
  • Rasa nyeri akan bertambah bila melakukan kegiatan cukup berat misalnya berlari, batuk atau mengejan saat buang air besar.

2. Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang - Penyebab Sakit Kepala

Lebih sering dialami oleh orang dewasa. Penyebab sakit kepala belakang ini dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya adalah:

  • Kurang tidur
  • Stres
  • Tegang
  • Kelaparan

Rasa nyeri akibat sakit kepala tegang tidak terlalu berat, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas. Gejala yang dirasakan bisa berupa rasa tegang atau mengalami tekanan pada bagian dahi atau belakang kepala dan leher. Durasi nyerinya hanya berlangsung sekitar 30 menit sampai beberapa hari.

3. Sakit Kepala Harian Kronis

Sakit Kepala Harian Kronis - Penyebab Sakit Kepala

Sesuai dengan namanya, sakit kepala harian kronis terjadi setiap hari selama tiga bulan. Lebih sering dialami wanita, penyebab sakit kepala belakang ini dipicu karena kelelahan atau pernah mengalami cedera pada bagian leher.

Gejala yang umum terjadi adalah merasakan tidak nyaman di bagian leher akibat menegangnya otot leher. Untuk meredakan rasa nyerinya, fisioterapi bisa jadi pilihan metode pengobatan sebelum berkonsultasi lebih jauh dengan dokter dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

4. Migrain Basilar

Migrain Basilar - Penyebab Sakit Kepala

Sebagian besar orang yang mengalami migrain akan merasakan sakit hanya di salah satu sisi kepala. Berbeda dengan migrain basilar ini, karena akan dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian belakang kepala, tepatnya di arteri basilar.

Gejala yang kerap timbul dan dirasakan adalah pandangan menjadi kabur, pusing, telinga berdenging, kebutaan sementara, kesulitan berbicara dan mendengar. Migrain basilar bisa jadi penyebab sakit kepala belakang karena terlalu lelah dalam melakukan aktivitas.

Walaupun tidak cukup menganggangu, sebaiknya jangan disepelekan. Jika dibiarkan, dalam kasus tertentu bisa berakibat stroke. Jadi, penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter bila merasakan gelaja yang telah disebutkan di atas.

5. Neuralgia Oksipital

Sakit Kepala Belakang - Penyebab Sakit Kepala

Neuralgia oksipital juga bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang. Terjadi karena saraf oksipital yang terletak di sekitar saraf tulang belakang dari pangkal leher sampai kepala mengalami gangguan. Apabila pernah mengalami cedera, radang dan saraf terjepit menyebabkan saraf oksipital tertekan hingga terjadilah neuralgia oksipital.

Banyak yang mengira sebagai migrain, karena memiliki gejala yang hampir sama. Akan tetapi, rasa nyeri yang timbul menimbulkan sensasi layaknya tersengat listrik yang tajam pada kepala dan leher.

6. Postur Tubuh

Postur Tubuh - Penyebab Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala belakang lainnya bisa dipicu dari postur tubuh yang kurang baik. Misalnya saat sering membungkuk ketika melakukan aktivitas. Akibatnya pada area punggung dan leher akan merasa tegang dan menimbulkan sakit kepala bagian belakang.

7. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster dan masalah yang terjadi pada ruas tulang belakang di area leher dapat menjadi sebab timbulnya sakit kepala belakang. Terlebih saat berbaring dengan posisi bagian punggung dan kepala yang tidak tepat, rasa nyeri bisa timbul setelahnya.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Belakang

Mengetahui penyebab sakit kepala belakang akan lebih memudahkan untuk melakukan pengobatan. Cara mengatasi sakit ini bisa dilakukan dengan dua hal, yaitu:

1. Melalui Diagnosa

Mengatasi sakit kepala belakang bisa dimulai dari melakukan diagnosis. Untuk mendapatkan dan memastikan hasil diagnosis tersebut terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan;

  • Konsultasi dengan Dokter

Seorang dokter biasanya bisa mengetahui kondisi kesehatan melalui  gejala yang dirasakan. Kondisi kesehatan yang menjadi penyebab sakit kepala belakang memiliki gejala yang berbeda-beda. Keadaan demikian membuat dokter lebih mudah dalam mendiagnosis apa yang menjadi penyebabnya.

  • Pemeriksaan Saraf

Apabila dari gejala yang dirasakan, dokter belum yakin untuk melakukan diagnosis, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan saraf dengan tujuan menyakinkan diagnosis. Melalui pemeriksaan saraf, dokter akan lebih mudah mendeteksi adanya gangguan saraf yang mungkin dialami.

  • CT-Scan dan MRI

Penyebab sakit kepala belakang bisa gunakan untuk mendiagnosis rasa sakit yang dirasakan  Untuk meyakinkan diagnosis tersebut, seorang dokter terkadang melakukan CT-Scan dan MRI. CT-Scan adalah sekumpulan X-Ray untuk mendapatkan gambar cross sectional dari otak.  

Sedangkan MRI menggunakan kekuatan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar lebih detail dari otak dan pembuluh darah. Kedua tes tersebut juga dapat digunakan untuk memastikan apakah ada masalah lain pada otak yang menyebabkan rasa sakit.

2. Pengobatan Medis

Mengatasi sakit kepala belakang dengan menggunakan obat-obatan pun dapat dilakukan. Obat tersebut digunakan untuk mengatasi sakit kepala yang disesuaikan dengan penyebab sakit kepala belakang. Macam-macam pengobatannya antara lain:

  • Obat Untuk Mengatasi Sakit Kepala Tegang

Penyebab timbulnya sakit kepala belakang seperti tension headache dapat diatasi menggunakan obat-obatan pereda sakit kepala. Contohnya adalah aspirin dan acetaminophen. Obat lain akan diresepkan apabila sakit kepala belakang lebih kronis. 

Obat semacam antidepresan, obat relaksan otot dan pereda nyeri juga bisa digunakan untuk mencegah munculnya kembali sakit kepala belakang.

  • Obat Anti Migrain

Penyebab sakit kepala belakang salah satunya adalah karena migrain. Untuk mengatasinya bisa menggunakan obat pereda nyeri seperti aspirin, paracetamol dan ibuprofen. Jika migrain yang dialami cukup serius, lebih baik menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter.

  • Obat Untuk Mengatasi Cluster Headache

Pengobatan untuk mengatasi nyeri sakit kepala belakang karena cluster headache biasanya digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, memperpendek masa periode hingga mencegah timbulnya serangan sakit kepala di kemudian hari. Obat yang sering digunakan adalah triptan, octreotide, kortikosteroid, melatonin dan nerve blocks.

  • Obat Untuk Oksipital Neuralgia

Penggunaan obat-obatan non-steroidal anti-inflammatory digunakan untuk mengatasi kondisi akibat rasa sakit kepala ini. Ada pula yang menggunakan terapi fisik, pijat hingga obat relaksasi otot untuk meredakan sakit. Obat-obatan medis pereda nyeri seperti golongan opioid juga bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala belakang.

3. Pengobatan di Rumah

Selain melakukan konsultasi dengan dokter, pemeriksaan saraf hingga menggunakan obat medis, untuk mengatasi sakit kepala belakang bisa dilakukan pengobatan di rumah. Bagaimana bentuk pengobatannya? Simak di bawah ini:

  • Pijat

Pijat bermanfaat untuk merilekskan otot sehingga penyebab sakit kepala belakang bisa dikurangi. Memanggil tukang pijat profesional dan berpengalaman dapat membantu memijat bagian tubuh termasuk bagian belakang kepala yang mengalami rasa sakit.

  • Tidur yang Cukup

Kurang tidur bisa jadi salah satu penyebab sakit kepala belakang. Untuk mengatasinya adalah dengan istirahat yang cukup untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. Tidur tepat waktu, yang cukup dan hindari begadang berlebihan.

  • Kurangi Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol

Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi bahkan mencegah timbulnya sakit kepala belakang.  Bila dilakukan dengan rutin dan diimbangi dengan makanan sehat akan lebih baik untuk perkembangan kesehatan di kemudian hari.

  • Hindari Pemicu Stres

Mengatasi sakit kepala belakang akan lebih mudah apabila dapat menghindari kegiatan yang berpotensi meningkatkan stres. Jika tubuh dan jiwa telah merasa lelah, cobalah untuk beristirahat. Jangan terlalu memforsir diri, karena tidak baik untuk kesehatan.

Baca Juga: Obat Flu Alami yang Mudah Didapat dan Dibuat Sendiri di Rumah

Penyebab sakit kepala belakang secara perlahan bisa dihindari apabila merasa peduli dengan kesehatan diri sendiri. Tidak melakukan kegiatan terlalu berat, hindari pola hidup tidak sehat, makan makanan yang sehat dan tidak melakukan kebiasaan yang memicu timbulnya penyebab sakit tersebut.