Mungkin ada orang yang panik ketika mendapati anaknya mengalami singultus, kemudian berusaha mencari obat cegukan paling ampuh. Karena cegukan bisa terjadi tiba-tiba dan berkepanjangan, maka wajar jika ada orang tua yang ingin anaknya segera berhenti dari penderitaan tersebut.

Baca Juga: Perhatikan Beberapa Cara Mencegah Stroke Agar Tidak Kambuh

Jika diperhatikan, cegukan umumnya bukan merupakan indikasi sesuatu yang berbahaya. Akan tetapi bisa jadi dalam kondisi tertentu cegukan membutuhkan penanganan medis yang serius. Hal ini tergantung pada penyebab dan durasinya.

Penyebab Cegukan dan Kronologinya

Cegukan yang dalam istilah medis disebut sebagai singultus atau hiccup merupakan kontraksi tanpa sengaja otot diafragma. Yaitu otot yang terletak antara rongga dada dan perut akibat suatu kejadian yang tidak disengaja. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pemicu timbulnya cegukan:

1. Makanan

Makanan Panas - Obat Cegukan

Orang yang makan makanan terlalu panas atau terlalu dingin dapat memicu cegukan. Makanan terlalu pedas juga bisa memicu cegukan pada orang dewasa. Selain itu, cara makan yang terlalu cepat juga bisa memicu kontraksi otot interkostal pada diafragma yang memicu cegukan.

Cegukan yang disebabkan oleh makanan umumnya tidak membutuhkan penanganan medis atau obat cegukan karena selesai dalam beberapa menit. Orang bisa mengatur nafas dalam dan pelan hingga kontraksi otot dapat berhenti sendiri.

2. Minuman

Minuman Soda - Obat Cegukan

Mengonsumsi minuman panas, bersoda, beralkohol,dapat memicu cegukan pada orang dewasa. Kasus terbanyak cegukan jangka pendek terjadi pada orang yang mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak. 

Kondisi gangguan cegukan akibat minum minuman tersebut mungkin tidak membutuhkan penanganan medis dan obat cegukan. Akan tetapi sebaiknya konsumsi minuman yang berbahaya bagi tubuh dihindari untuk mengurangi risiko kerusakan organ tubuh akibat konsumsi makanan atau minuman yang salah.

3. Kebiasaan

Selain makanan dan minuman, cegukan jangka pendek bisa juga disebabkan oleh faktor kebiasaan. Apalagi kebiasaan tersebut berjalan komplikasi, dapat memicu kemungkinan cegukan lebih tinggi. Beberapa kebiasaan tersebut adalah:

  • Merokok

Merokok - Obat Cegukan

Kebiasaan merokok yang menimbulkan cegukan bisa jadi tidak dialami oleh semua perokok. Hanya sebagian yang mungkin justru tidak terbiasa merokok. Asap rokok yang dihisap dan tidak bersirkulasi dengan baik dapat memicu kontraksi otot yang tidak disengaja.

Kondisi ini tidak selalu membutuhkan penanganan medis atau bantuan obat cegukan untuk menghentikannya. Akan tetapi merokok tetap saja berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan orang di sekitarnya. 

  • Emosi

Emosi - Obat Cegukan

Siapa sangka emosi stres, terlalu sedih atau terlalu gembira bisa menjadi pemicu cegukan? Hasil studi menunjukkan demikian sehingga kondisi emosi yang labil ditambah pemicu lain bisa menjadikan cegukan terjadi tiba-tiba. 

Misalnya ada seorang yang makan dengan cepat karena terburu-buru saat mendengar kabar bahwa ujiannya lulus dengan nilai terbaik. Antara panik akibat rasa gembira yang meluap dan rasa ingin cepat selesai makan membuat otot berkontraksi tanpa kendali dan menyebabkan cegukan.

Kabar baiknya adalah, bahwa beberapa studi menunjukkan cegukan yang terjadi pada bayi memiliki risiko sangat kecil untuk menderita cegukan jangka panjang. Cegukan tersebut juga sekaligus menandakan adanya tumbuh kembang yang normal pada bayi. 

Tidak heran jika orang tua di Suku Jawa umumnya tidak panik mencari obat cegukan jika bayinya mengalami hiccup. Orang-orang kemudian menganggap bahwa cegukan merupakan pertanda bahwa anaknya sedang mengalami percepatan pertumbuhan dan itu dianggap normal.

4. Masalah Kesehatan

Sesak Napas - Obat Cegukan

Sementara itu cegukan bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan yang bisa memicu serangan kontraksi otot jangka panjang. Cegukan jangka panjang bisa terjadi secara terus menerus atau berhenti sebentar kemudian terulang lagi hingga lebih dari 48 jam. Penyebab yang bisa jadi membutuhkan obat cegukan tersebut diantaranya:

  • Gangguan Pernapasan

Orang dengan gangguan pada sistem pernapasan atau penyakit paru dapat mengalami cegukan jangka panjang. Karena kontraksi otot diafragma terletak tepat di bawah paru-paru, maka ketika organ pernapasan tersebut terganggu cegukan bisa berlangsung lebih lama.

Beberapa gangguan pernapasan yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita hiccup jangka panjang adalah pneumonia, pleuritis dan athma. Untuk menghindarinya, para penderita gangguan pernapasan harus membiasakan diri makan dengan perlahan dan tidak terburu-buru.

  • Gangguan Pencernaan

Selain gangguan pernapasan, penyebab hiccup yang bisa menjadikan obat cegukan dibutuhkan oleh penderita adalah adanya gangguan pencernaan. Gangguan ini bisa diakibatkan oleh tingginya asam lambung, GERD, radang usus atau obstruksi usus. 

  • Gangguan Sistem Saraf

Pada kondisi tertentu, gangguan sistem saraf seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke dapat memicu cegukan pada penderita. Kasus ini tergolong kecil namun tidak menutup kemungkinan terjadinya. 

Pada kondisi pasien yang tidak sadarkan diri, dokter tidak lagi menggunakan obat cegukan untuk mengatasinya. Akan tetapi menyuntikkan langsung obat melalui koordinasi sistem metabolisme tubuh dan membiarkan obat tersebut mempengaruhi dan meredakan kontraksi.                                                                                                                                                                                                                 

5. Konsumsi Obat

Obat - Obat Cegukan

Ada beberapa obat yang justru memicu terjadinya hiccup jangka panjang. Diantaranya adalah obat untuk kemoterapi penyakit kanker, obat anestesi, obat penenang, dan obat pereda radang atau pembengkakan.

Jika saat mengkonsumsi obat tersebut kemudian pasien mengalami cegukan jangka panjang, maka dokter pemberi resep harus segera tahu. Cegukan jangka panjang bisa jadi berbahaya bagi penderita karena menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan apapun.

Termasuk pemberian  obat cegukan jika ternyata penyebabnya adalah konsumsi obat, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dokter perlu melakukan observasi langsung terhadap pasien jika memang dibutuhkan pemberian obat oral.

Ciri Cegukan Berbahaya

Cegukan Berbahaya - Obat Cegukan

Hiccup bisa jadi berbahaya dan membutuhkan bantuan  obat cegukan untuk meredakannya. Ciri cegukan yang berbahaya adalah ketika terjadi terus menerus atau sebentar berhenti kemudian terjadi lagi hingga lebih dari 2 hari atau 48 jam. 

Wajarnya, cegukan hanya terjadi selama beberapa menit saja. Seseorang sudah mulai merasa panik jika lebih dari 10 menit cegukan tidak bisa berhenti. Pertolongan pertama yang biasa diberikan adalah minum air putih, bernapas perlahan, dan merebahkan diri. 

Ketika pertolongan sederhana tersebut tidak cukup menolong dan cegukan tak kunjung berhenti, penderita akan merasa semakin tersiksa. Cegukan yang tidak kunjung berhenti membuat penderita merasa tidak nyaman untuk makan, minum, bahkan tidur.

Umumnya dokter akan memberikan  obat cegukan jika kondisi pasien dinilai membutuhkan obat tersebut. Secara teori cegukan dianggap masuk jangka panjang jika sudah lebih dari dua hari. Sebelum itu, masih dikategorikan sebagai cegukan pendek.

Penanganan dan Pemberian Obat Cegukan

Obat Cegukan

Penanganan dan pemberian obat cegukan bisa diberikan jika penderita sudah merasa terganggu dan kesulitan untuk menyudahi kontraksi otot diafragma. Beberapa usaha yang bisa dilakukan adalah berupa non farmakologi atau tanpa obat-obatan, terapi dan pemberian obat. Lengkapnya sebagai berikut:

1. Non Farmakologi

Langkah mengatasi cegukan secara non farmakologi bisa dilakukan dengan cara menahan nafas dan menghembuskannya pelan-pelan atau minum air hangat. Tindakan lain yang bisa diambil adalah mengangkat lengan kanan atau kiri tinggi-tinggi sambil menahan napas. 

Semua upaya tersebut dimaksudkan untuk menstimulasi nasofaring dan glotis serta menginhibisi komponen refleks penyebab terjadinya cegukan. Tindakan non farmakologi berarti tindakan yang tidak membutuhkan obat cegukan untuk mengatasinya. Sejauh ini, cara tersebut efektif dan gratis bisa dilakukan siapapun.

Selain cara praktis dan gratis yang tersebut di atas, penderita hiccup juga bisa menerima tindakan akupuntur dan hipnosis untuk meredakannya. Meskipun terbukti efektif, belum banyak studi yang mendukung penemuan ini.

2. Terapi Medikamentosa

Terapi medikamentosa atau terapi menggunakan obat-obatan medis perlu dilakukan pada pasien dengan kondisi tertentu. Dokter tentu perlu melakukan observasi langsung dan mengetahui riwayat pemakaian obat pasien. Jangan sampai obat yang diberikan justru menambah risiko terjadinya hiccup pada pasien.

Ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi cegukan: Chlorpromazine, Gabapentin, Baclofen dan obat-obatan untuk meringankan distensi lambung. Pemberian obat oleh dokter pasti dilakukan dengan pengukuran dosis yang tidak menimbulkan efek samping serius berdasarkan hasil observasi.

Obat-obatan tersebut berperan untuk meringankan singultus dengan sejumlah reaksi yang telah diukur berdasarkan penelitian. Obat dapat menghambat pelepasan dopamin ataupun mengurangi distensi lambung sehingga kontraksi otot diafragma dapat diredakan.

Baca Juga: Inilah 10 Tips Mengecilkan Perut Mudah dan Cepat

Ketika terjadi hiccups maka usahakan segera mungkin meredakannya dengan berbagai macam trik sederhana. Jika dengan tindakan non farmakologi cegukan dapat diatasi, maka sebaiknya obat cegukan tidak perlu digunakan. Karena penggunaan obat jangka panjang juga dapat berdampak negatif pada tubuh.