Penyakit diabetes adalah penyakit kronis yang beberapa tahun belakangan mengalami kenaikan jumlah kasus. Selain obat-obatan kimia dan insulin, banyak pasien penyakit diabetes yang masih mengharapkan kesembuhan dengan obat diabetes tradisional. Secara ilmiah, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian tanaman memang dapat difungsikan sebagai obat diabetes tradisional.

Baca Juga: Pengertian Asuransi Kesehatan, Manfaat dan Tips Memilihnya

Mengenal Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis atau metabolik yang disebabkan tidak tercukupinya hormone insulin dalam darah akibat terjadi kerusakan daripada organ pankreas. Hal ini kemudian mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini dapat menyebabkan banyak sekali komplikasi dan dapat mengakibatkan kematian.

Di Indonesia sendiri, penyakit diabetes melitus grafiknya terus meningkat selama beberapa tahun belakangan. Faktor resiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit diabetes melitus ini antara lain adalah pola hidup, pola makan dan juga kondisi seseorang yang mengalami obesitas. Perlu diperhatikan bahwa penyakit ini tidak serta merta muncul, sehingga kebanyakan penyakit diabetes melitus terdeteksi ketika seseorang memasuki rentang usia 50-60 tahun.

Beberapa gejala yang harus Anda waspadai dan tanda-tanda dari penyakit diabetes melitus antara lain selalu merasa kehausan serta kelaparan, poliuria atau berulang kali buang air kecil dan intensitasnya meningkat terutama di malam hari, mudah merasa lelah dan lemas, apabila terjadi luka maka proses penyembuhan luka terbuka tersebut akan berlangsung dalam waktu lama, memiliki pandangan yang tidak fokus (kabur) serta mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis dalam waktu yang cukup singkat.

Penderita diabetes melitus bisa terjadi karena adanya faktor resiko seperti kelebihan berat badan, gaya hidup pasif (jarang beraktivitas atau berolahraga), memiliki riwayat keturunan dalam keluarga yang juga menderita penyakit diabetes melitus, lebih besar kemungkinan terjadi di usia di atas 45 tahun, memiliki riwayat diabetes gestasional (diabetes yang terjadi pada masa kehamilan) dan wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik.

Apabila sudah terdiagnosa menderita diabetes melitus, dokter akan mengambil tindakan untuk mengobati kondisi pasien seperti meresepkan obat-obatan yang dapat dikonsumsi secara oral maupun insulin suntik. Semua obat untuk penderita diabetes harus berdasarkan resep dokter dan pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Sebelum mengenal 3 jenis obat tradisional diabetes yang telah terbukti secara ilmiah mampu mengontrol kadar gula dalam darah, sebaiknya Anda mengetahui lebih dahulu apa yang dimaksud dengan obat tradisional itu sendiri. Karena masih banyak orang yang masih ragu akan khasiat dari obat tradisional untuk pengobatan penyakit diabetes.

Tentang Obat Diabetes Tradisional Herbal Pilihan

Obat herbal, di Indonesia sendiri terbagi menjadi 3 kelompok dengan standarisasinya masing-masing. Ketiga kelompok obat tradisional tersebut adalah obat tradisional (jamu, obat tradisional yang diimpor serta yang sudah memiliki lisensi), obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Tidak salah jika seorang penderita diabetes memilih pengobatan dengan obat diabetes tradisional, akan tetapi pasien tersebut harus mengetahui secara pasti jenis obat diabetes tradisional yang ia konsumsi. Lebih baik lagi jika penggunaan obat diabetes tradisional tersebut dikonsultasikan juga kepada dokter yang menangani pasien secara langsung.

Jamu adalah salah satu bentuk obat tradisional, obat tradisional sendiri memiliki pengertian ramuan bahan yang asalnya dari tanaman, hewan, mineral ataupun sediaan galenik maupun campuran diantaranya yang sudah digunakan secara turun temurun untuk pengobatan.

Paling penting diperhatikan adalah jamu tidak boleh mengandung klaim berkhasiat dan menggunakan istilah dunia farmasi (farmakologi) atau istilah medis.

Sementara obat herbal terstandar (OHT) merupakan sediaan obat yang berasal dari bahan alam di mana menggunakan bahan baku yang sudah distandarisasi dan hasil akhirnya sudah melalui tahapan uji praklinik (uji pada hewan) sehingga khasiatnya diambil dari hasil percobaan tersebut.

Terakhir adalah fitofarmaka, adalah sediaan bahan alam berupa obat yang sudah melalui uji praklinis dan klinis dalam artian sudah melalui tahapan uji coba terhadap hewan dan manusia sehingga efektivitas dan khasiatnya sebagai obat sudah terbukti. Selain itu, fitofarmaka menggunakan bahan alam yang sudah distandarisasi.

Obat Diabetes Tradisional Yang Tersedia Disekitar Kita

Sekarang mari kita membahas 3 obat diabetes tradisional atau yang akan dituliskan dalam artikel ini lebih spesifiknya adalah tanaman herbal yang terbukti dan teruji memiliki efektivitas untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Ketiga tanaman herbal tersebut adalah :

1. Daun Sirsak

3 Rekomendasi Obat Diabetes Tradisional yang Secara Ilmiah

Buah sirsak terkenal karena kenikmatannya saat dikonsumsi langsung ataupun disajikan sebagai minuman sehat yaitu jus, akan tetapi ternyata bukan hanya buahnya saja yang dapat dikonsumsi namun bagian daunnya juga memiliki khasiat sebagai obat diabetes tradisional atau tanaman herbal.

Daun sirsak telah teruji mengandung polifenol dan flavonoid di dalam ekstraknya. Kedua senyawa ini berfungsi sebagai penghambat kecepatan pemecahan gula di dalam makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Dengan kata lain, daun sirsak memiliki fungsi antihiperglikemik yang tentu saja baik untuk penderita diabetes. Penelitian ini telah didokumentasikan dalam Pharmacognosy Research pada tahun 2017.

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh daun sirsak sebagai antihiperglikemik ini, pankreas memiliki cukup banyak waktu untuk memproduksi insulin sehingga kadar gula dalam darah dapat terkendali sebab fungsi insulin adalah membantu penyerapan gula di dalam darah. Meskipun demikian, efektivitas dari daun sirsak sebagai obat diabetes tradisional atau sebagai tanaman herbal masih perlu dikaji lebih lanjut sebab penelitian dilakukan baru sebatas pada hewan uji.

2. Lidah Buaya

3 Rekomendasi Obat Diabetes Tradisional yang Secara Ilmiah

Tidak hanya memberikan manfaat untuk kulit dan rambut, tanaman lidah buaya ternyata memiliki khasiat untuk penderita diabetes. Seperti yang disebutkan oleh Global Diabetes Community, lidah buaya bermanfaat untuk mengendalikan bahkan menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus (diabetes tipe 2).

Sebagai obat diabetes tradisional, lidah buaya mengandung lektin, mannans serta antrakuinon. Senyawa yang terdapat pada bahan alam yang dapat membantu proses penyembuhan akibat komplikasi yang disebabkan karena penyakit diabetes. Senyawa bahan alam tersebut juga diketahui memiliki khasiat meringankan luka serta mengurangi inflamasi.

Akan tetapi, untuk penggunaan jangka panjang masih dilakukan penelitian lebih lanjut terkait khasiat dari lidah buaya jika digunakan untuk obat diabetes tradisional. Hingga saat ini, masih banyak penelitian yang terus dilakukan oleh para ahli di bidang farmasi terkait khasiat dan keamanan lidah buaya sebagai obat diabetes tradisional.

3. Kunyit

3 Rekomendasi Obat Diabetes Tradisional yang Secara Ilmiah

Rekomendasi obat diabetes tradisional yang ketiga adalah kunyit. Rimpang yang biasa digunakan sebagai bahan makanan ini ternyata merupakan salah satu obat tradisional yang sudah sejak lama sekali digunakan terutama di Indonesia. Kunyit mengandung antioksidan yang berfungsi sebagai pengendali kadar gula dalam darah penderita diabetes. 

Baca Juga: 5 Ancaman Ciri-ciri Diabetes Yang Harus Dihindari

Menurut penelitian yang ditulis pada jurnal Diabetes Care, penderita prediabetes dapat mencegah perkembangan penyakit diabetes dengan rutin mengkonsumsi 1.5gram kunyit selama 9 bulan setiap harinya. Rimpang yang identik dengan warna kuningnya ini juga terbukti mencegah berbagai komplikasi yang dapat disebabkan oleh penyakit diabetes. Itulah tadi 3 rekomendasi obat diabetes tradisional. Semoga informasinya bermanfaat!